Ekonomi

Awal Pekan: Rupiah Dibuka Anjlok ke Rp17.650 per Dolar

Bagikan:
Grafik pergerakan kurs rupiah melemah terhadap dolar AS

Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada Senin, 18 Mei 2026, berada di posisi Rp17.650 per dolar AS atau turun sekitar 0,31 persen dari penutupan sebelumnya. Pelemahan ini melanjutkan tren turun pekan lalu, saat rupiah bergerak pada kisaran Rp17.600-Rp17.602 dan tercatat terdepresiasi 0,44 persen secara mingguan.

Pembukaan pasar dan pergerakan mingguan

Data pasar menunjukkan pelemahan berlanjut pada pembukaan perdagangan awal pekan. Penurunan kurs terjadi seiring meningkatnya permintaan bagi dolar AS, yang menguat terhadap sebagian besar mata uang lain.

Secara mingguan, rupiah menutup pekan dengan koreksi cukup dalam. Anjloknya kurs menjadi sorotan pelaku pasar karena sudah terjadi penurunan terendah selama sepekan terakhir.

Faktor utama pelemahan

Analisis pelaku pasar menegaskan faktor eksternal memegang peran dominan. Konflik di kawasan Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia disebut sebagai pemicu utama arus modal keluar dan sentimen risk off.

“Ini tidak terlepas dari sentimen risk off global pekan lalu, di mana dolar AS naik cukup besar,”

Selain itu, aksi sell off oleh investor terhadap berbagai aset seperti obligasi, saham, kripto, dan mata uang turut memperkuat penguatan dolar.

Dampak pertemuan pemimpin dunia dan pasar minyak

Beberapa pelaku pasar menyatakan kekecewaan terhadap hasil pertemuan antara pemimpin negara besar, yang dinilai belum mampu meredakan ketegangan dan mencari solusi konkret terkait konflik regional. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak mentah global.

“Sehingga harga minyak mentah dunia kembali naik,”

Data pasar mencatat harga minyak Brent naik sekitar 1,24 persen ke level USD110,62 per barel. Sementara itu, minyak WTI meningkat 1,75 persen ke USD107,26 per barel.

Proyeksi pergerakan rupiah

Dengan tekanan eksternal yang masih berlangsung, analis memperkirakan rupiah masih berpeluang melemah dalam jangka pendek. Perkiraan pergerakan yang diproyeksikan berada pada kisaran Rp17.550-Rp17.650 per dolar AS.

Investor andalan pasar dihimbau untuk mewaspadai sentimen global dan perkembangan geopolitik yang berpotensi memicu volatilitas nilai tukar lebih lanjut.

Pemantauan terhadap berita geopolitik dan data pasar minyak akan tetap menjadi indikator utama yang menentukan arah rupiah dalam beberapa hari ke depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!