LPDB Koperasi Perluas Akses Dana Bergulir untuk Koperasi Riil
LPDB Koperasi memperluas akses pembiayaan dana bergulir bagi koperasi sektor riil melalui kegiatan temu mitra yang digelar di kantor pusat Jakarta, Rabu lalu.
Penguatan permodalan koperasi sektor riil
Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi, LPDB Koperasi menjalankan tugas memperkuat permodalan koperasi. Program ini menyasar koperasi sektor riil dengan skema pembiayaan konvensional dan syariah, disesuaikan kebutuhan usaha setiap koperasi.
Temu Mitra: 36 koperasi langsung datang ke Jakarta
Kegiatan temu mitra dihadiri 36 pengurus koperasi dari berbagai daerah. Mereka mendapat penjelasan menyeluruh tentang mekanisme pengajuan, proses analisa, pencairan, dan pengelolaan dana bergulir.
Acara dirancang agar calon mitra menerima informasi komprehensif mengenai tahapan pembiayaan di LPDB Koperasi. Selain sesi sosialisasi, peserta juga mengikuti office tour ke seluruh unit kerja LPDB.
Proses profesional, transparan, dan gratis
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menyatakan bahwa kegiatan ini menjawab kebutuhan stakeholder akan pengenalan akses pembiayaan yang lebih intens.
"LPDB Koperasi hadir agar koperasi memiliki akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan usahanya. Melalui Temu Mitra ini diharapkan para pengurus koperasi yang hadir dapat mengetahui dan melihat langsung bahwa proses pengajuan dana bergulir di LPDB Koperasi dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Sehingga koperasi semakin percaya dan tidak ada keraguan untuk memanfaatkan saluran pembiayaan resmi yang disediakan pemerintah,"
LPDB menegaskan seluruh proses pengajuan dana bergulir bebas biaya. Pernyataan ini dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan biaya bagi koperasi yang hendak mengakses dana pemerintah.
Digitalisasi: e-Proposal dan pemantauan real-time
Semua pengajuan pembiayaan dilakukan secara digital dan paperless melalui aplikasi e-Proposal. Calon mitra dapat memantau perkembangan pengajuan secara real-time melalui dashboard aplikasi tersebut.
Krisdianto menilai digitalisasi penting untuk meningkatkan kualitas layanan LPDB kepada koperasi di seluruh Indonesia. Dengan sistem ini, proses menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diawasi.
Dukungan target penyaluran 2026
Temu Mitra juga bertujuan mendukung pencapaian target penyaluran dana bergulir tahun 2026, khususnya untuk portofolio koperasi sektor riil. LPDB berencana menggelar kegiatan serupa berkali-kali untuk menjaring potensi pasar yang lebih luas.
Dengan pendekatan tersebut, LPDB berharap lebih banyak koperasi sektor riil mendapatkan pembiayaan resmi yang mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
IHSG Melemah 0,87% ke 6.309 pada Jeda Perdagangan 11 Agustus
IHSG turun 0,87% ke 6.309,90 pada jeda perdagangan 11 Agustus; sentimen pencalonan Gubernur BI, konflik AS-I...
Pembiayaan UMKM Tembus Rp1,948 Triliun, OJK: Akses Masih Tantangan
OJK: pembiayaan UMKM mencapai Rp1,948,72 triliun per Juni 2026, namun akses pembiayaan formal masih menjadi...
Ekspor Makanan dan Minuman Indonesia Masih Tertinggal dari Permintaan Global
Ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia tumbuh 5,44% per tahun, masih di bawah permintaan global 7,7%, m...
RI dan India Siapkan PTA, Bahas Setelah Reviu AITIGA Selesai
Indonesia siapkan PTA dengan India; pembahasan teknis akan dimulai setelah reviu AITIGA mencapai kesimpulan...
Kemenperin Buka Akses IKM Logam ke Rantai Pasok Industri Besar
Kemenperin fasilitasi kemitraan IKM logam dengan industri besar di Jawa Barat (29-30 Juli 2026) untuk memper...
Indonesia Buka Opsi PTA dengan Mercosur, Brasil Diminta Fasilitasi
Indonesia tawarkan opsi PTA dengan Mercosur; Brasil diminta fasilitasi agar negosiasi lebih cepat dan akses...