Airlangga: Emiten Harus Jaga Kepercayaan Investor
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meminta emiten di Bursa Efek Indonesia meningkatkan kepercayaan investor agar pasar modal lebih likuid dan berkualitas. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026, sebagai respons atas kebutuhan investor yang semakin teliti dalam menilai pasar.
Tekanan pada kualitas perusahaan tercatat
Airlangga menekankan bahwa kepercayaan investor bergantung pada kualitas perusahaan tercatat. Ia menyebut tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi sebagai faktor utama yang harus diperbaiki.
"Investor semakin memperhatikan likuiditas, struktur kepemilikan, adequate free float, tata kelola, serta kualitas keterbukaan informasi,"
Untuk menjawab perhatian tersebut, emiten perlu meningkatkan praktik tata kelola dan laporan yang transparan. Hal ini penting agar penghimpunan dana lewat pasar modal dapat berjalan lebih optimal.
Reformasi pasar modal dan sinergi lembaga
Pemerintah berupaya memperkuat reformasi pasar modal bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Bank Indonesia (BI). Sinergi ini dimaksudkan untuk menciptakan regulasi dan fasilitas yang mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga kualitas pasar.
Saat ini, pasar modal Indonesia tercatat memiliki jumlah investor terbesar di kawasan ASEAN dan merupakan bursa kedua terbesar dari sisi jumlah perusahaan tercatat. Kondisi ini menjadi modal untuk meningkatkan kedalaman dan likuiditas pasar.
Dukungan pemerintah untuk kelancaran investasi
Airlangga mengatakan pemerintah memberi dukungan pada pelaku usaha yang mengalami kendala investasi atau operasional. Ia mengimbau pelaku usaha menyampaikan masalahnya langsung ke Satgas Debottlenecking agar mendapat solusi cepat.
"Pemerintah akan terus berupaya agar perekonomian Indonesia bergerak dan optimis,"
Menurut Menko, langkah-langkah ini bertujuan mempercepat ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas. Ia menilai inflasi masih terjaga dalam kisaran target meski terjadi kenaikan harga minyak dunia.
Prospek dan penilaian internasional
Airlangga menyebut penilaian sejumlah lembaga rating internasional terhadap ekonomi Indonesia relatif positif. Ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian masih stabil dan "belum perlu khawatir berlebihan" atas penilaian lembaga tersebut.
Dengan langkah perbaikan tata kelola dan efektivitas penghimpunan dana, pemerintah berharap pasar modal akan semakin menarik bagi investor domestik dan asing, sambil menopang pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Indonesia Agustus 2026 Tumbuh 6,72% menjadi USD26,61 Miliar
Ekspor Indonesia Agustus 2026 mencapai USD26,61 miliar, tumbuh 6,72% didorong manufaktur dan ekspor nonmigas...
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...
ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
ISF 2026 digelar 6-7 Oktober di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi global dalam pembiayaan, teknologi, dan...
Konsistensi Pasokan Ayam Kunci Kelancaran Operasional Bisnis Kuliner
Konsistensi pasokan ayam — ukuran, potongan, kualitas, dan jadwal pengiriman — menjadi penentu efisiensi dan...
Geo Dipa: Potensi Panas Bumi Indonesia Baru 11% Tergarap
Geo Dipa: potensi panas bumi 24 GW, namun baru 11% (2,7 GW) tergarap; hambatan utama biaya tinggi, waktu pem...
BI: KLM Perkuat Pembiayaan Perumahan, Rp118 T Tersalurkan
BI menyatakan KLM mendukung pembiayaan perumahan; realisasi 1,32% setara Rp118 triliun disalurkan ke 111 ban...