Politik

171 Peserta Ramaikan Lomba Lukis Wajah Bung Karno di Kediri

Bagikan:
Peserta melukis wajah Bung Karno di Kediri, suasana ruangan dengan kanvas dan kuas

KEDIRI — Lomba Melukis Wajah Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Sabtu (27/6/2026), menarik 171 peserta dari berbagai daerah. Kegiatan digelar dalam rangka Bulan Bung Karno untuk mengenalkan sosok proklamator kepada generasi muda melalui seni lukis.

Perjalanan panjang dan antusiasme peserta

Salah satu peserta, Amelia Kerisma, pelajar 13 tahun asal Kepanjen, Kabupaten Malang, berangkat dari stasiun pada pukul 04.30 pagi demi mengikuti lomba. Di ruang perlombaan, kanvas putih perlahan berubah menjadi wajah Sang Proklamator dengan sapuan kuas masing-masing peserta.

"Sangat senang bisa ikut lomba lukis ini. Tadi berangkat jam setengah lima pagi,"

Beragam gaya terlihat: ada yang bermain dengan warna lembut, ada pula yang memilih sapuan tegas untuk menangkap karakter Bung Karno.

Tujuan penyelenggara

Ketua panitia, Adi Suwignyo, mengatakan kegiatan ini dirancang bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi pelajar.

"Kita ingin generasi muda, khususnya pelajar SMP dan SMA, semakin mengenal sosok Bung Karno melalui karya seni,"

Adi menyebutkan ide lomba itu sejalan dengan arahan Ketua DPC setempat agar peringatan Bulan Bung Karno diisi kegiatan yang dekat dengan dunia anak muda.

Komposisi peserta dan jangkauan wilayah

Antusiasme melebihi perkiraan panitia. Dari 171 peserta tercatat:

Kategori Jumlah
Pelajar SMP 85
Pelajar SMA 24
Umum 62

Peserta tidak hanya berasal dari Kediri Raya. Beberapa kota asal peserta antara lain:

  • Jombang
  • Surabaya
  • Malang dan Batu
  • Probolinggo
  • Gresik
  • DKI Jakarta, Yogyakarta, Magelang, Pekalongan, Pati

Makna bagi generasi muda

Panitia menilai seni lukis memberi pengalaman berbeda dalam memperkenalkan tokoh sejarah. Alih-alih sekadar menghafal, peserta diajak menafsirkan nilai perjuangan, keberanian, dan cita-cita Bung Karno lewat warna dan ekspresi.

Di tengah derasnya budaya visual dan media sosial, ratusan anak muda memilih berbicara lewat kuas, bukan perdebatan digital. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang agar sejarah disampaikan secara kreatif dan relevan bagi generasi sekarang.

Melalui lomba seperti ini, penyelenggara berharap wajah dan semangat Bung Karno tetap hidup dan dimaknai ulang oleh generasi baru yang lahir puluhan tahun setelah proklamator itu wafat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait