40 Peserta LMD-1 BKPRMI Aceh Timur Dikukuhkan
Sebanyak 40 peserta Latihan Mujahid Dakwah (LMD) Level 1 BKPRMI Kabupaten Aceh Timur resmi dikukuhkan pada Minggu, 14 Juni, di Aula Kantor Kecamatan Julok setelah menyelesaikan seluruh materi. Dari 52 pendaftar yang datang dari Pidie, Aceh Singkil, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Aceh Timur, 12 peserta dinyatakan tidak lulus karena tidak memenuhi ketentuan kehadiran dan penilaian.
Peserta, lokasi, dan proses pengukuhan
Pengukuhan dan pembacaan ikrar kader berlangsung pada acara penutupan LMD-1 Aceh Timur. Panitia mencatat jumlah pendaftar awal sebanyak 52 orang, namun hanya 40 peserta yang memenuhi syarat kelulusan setelah mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari dua malam.
Alasan 12 peserta tidak lulus
Ketua Panitia LMD-1 Aceh Timur 2026, Tgk Ridwan, mengatakan sebagian besar ketidaklulusan disebabkan oleh ketidakhadiran pada jadwal yang ditetapkan.
"Pendaftaran kita bukan secara online, ternyata yang mendaftar ulang saat registrasi sebanyak 52 orang. Tapi peserta yang lulus hanya 40 peserta. Sedangkan 12 peserta lainnya tidak lulus,"
Ridwan menegaskan bahwa LMD-1 bukan sekadar kegiatan yang cukup datang untuk absen. Kegiatan ini menuntut konsentrasi dan kehadiran penuh selama tiga hari dua malam.
Pengajar dan materi
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembinaan langsung dari sejumlah Mudharrib nasional. Nama-nama pengajar yang terlibat antara lain:
- Dr Mulia Rahman
- Ridha Yunawardi
- Almuzanni
- H. Muhammad Ishak
- Ismuhadi
- Afandi
- Fadli
- Abdul Mu'in
Sistem penilaian kelulusan
Untuk dinyatakan lulus, setiap peserta wajib memenuhi lima Indikator Penilaian Kelulusan (IPK) dengan bobot sebagai berikut:
- Presensi Kehadiran (Bobot 35%)
- Pre-Test dan Post Test (Bobot 10%)
- Penugasan Individu & Kelompok (Bobot 35%)
- Praktikum Ceramah (Bobot 10%)
- Penilaian menyuruh tim Mudarrib (Bobot 10%)
Apresiasi pengurus daerah
Ketua Umum DPW BKPRMI Aceh, Dr Mulia Rahman, menyampaikan apresiasi kepada pengurus DPD BKPRMI Aceh Timur yang tetap melaksanakan pengkaderan meski berada di masa transisi pasca bencana alam di beberapa wilayah.
"Kami menilai BKPRMI Aceh Timur hari ini menjadi contoh untuk kabupaten/kota dalam melakukan pengkaderan, bahkan dari data base kami jumlah lulusan LMD-1 di Aceh Timur tertinggi di Aceh,"
Implikasi dan tindak lanjut
Keberhasilan mengukuhkan 40 kader ini diharapkan memperkuat jaringan dakwah dan aktivitas pemuda masjid di wilayah terdampak. Pengurus daerah menyatakan akan melanjutkan program pembinaan secara berjenjang untuk meningkatkan kualitas kader dan memastikan keterlibatan peserta lebih konsisten pada gelombang berikutnya.
Berita Terkait
Musda V Al Washliyah Labura Ditunda Mendadak, Panitia Kecewa
Musda V Al Washliyah Labura yang dijadwalkan 14 Juni 2026 mendadak ditunda berdasarkan surat PW Sumut; panit...
Polres Periksa Ayah Korban Amputasi di RS Permata Madina
Polres Mandailing Natal memanggil ayah korban dugaan malapraktik di RS Permata Madina yang berujung amputasi...
Polsek Medan Area Tangkap Pelaku Pencurian Handphone di Jalan Denai
Unit Reskrim Polsek Medan Area menangkap Ridwan Sitohang yang mencuri handphone pada 10 Juni 2026; pelaku me...
KPK Tanggapi Dugaan Konflik Kepentingan Bupati Deliserdang
KPK menanggapi dugaan konflik kepentingan terkait Pemkab Deliserdang yang rutin menggelar bimtek di Brastagi...
BK DPRD Medan akan Panggil Anggota NasDem Terkait Dugaan Penganiayaan
BK DPRD Medan akan memanggil anggota Fraksi NasDem berinisial AT terkait dugaan penganiayaan, setelah aksi m...
Syaiful Ramadhan Ajak Remaja Jaga Ketertiban untuk Dukung Investasi Medan
Syaiful Ramadhan mengajak remaja Medan menjaga ketenteraman sesuai Perda No.10/2021 agar suasana aman dorong...