Lokal

DPRD Sumut: Pertanian Harus Jadi Fokus Pembangunan

Bagikan:
Victor Silaen menyoroti pentingnya fokus pada sektor pertanian dan penyaluran bantuan bagi petani

Medan — Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Victor Silaen, mendesak pemerintah menjadikan sektor pertanian sebagai fokus utama pembangunan daerah dan nasional. Pernyataan itu disampaikan di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Selasa (18/8), dengan alasan bahwa hampir 70 persen penduduk Indonesia menggantungkan penghasilan pada sektor ini.

Alasan utama: ketergantungan penduduk pada pertanian

Victor menegaskan kesejahteraan petani berpengaruh langsung pada kemakmuran nasional. Menurutnya, memperkuat pertanian berarti meningkatkan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

"Artinya, kalau sektor pertanian makmur, makmurlah rakyat Indonesia. Otomatis makmur juga negara ini,"

Pastikan bantuan tepat sasaran

Ia menuntut pemerintah tidak hanya merancang program pertanian, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar sampai ke petani. Fokusnya meliputi alat dan mesin pertanian, jalan usaha tani, dan pupuk bersubsidi.

"Dukungan-dukungan terhadap sektor pertanian ini harus diperkuat. Contohnya alsintan, jalan usaha tani, pupuk bersubsidi. Bagaimana ini harus kita pastikan sampai pada sasaran. Bukan hanya tepat sasaran, tapi benar-benar nyampe kepada sasarannya,"

Evaluasi penyuluh lapangan

Victor juga menyoroti kinerja PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). Ia menilai banyak penyuluh belum menjalankan peran edukasi dan pendampingan secara memadai.

"Kita minta para penyuluh pertanian itu dievaluasi kerjanya. Tugasnya adalah menyuluh. Penyuluh itu artinya harus memberikan pelayanan, pembelajaran, edukasi kepada petani,"

Menurut Victor, beberapa penyuluh tidak menguasai data dasar wilayah binaan, seperti kebutuhan pupuk dan komoditas unggulan sesuai kondisi tanah. Hal ini menghambat pelayanan teknis kepada petani.

Infrastruktur dan teknologi tepat guna

Selain alat dan pupuk, Victor menekankan pembenahan irigasi. Untuk wilayah tanpa jaringan irigasi memadai, ia mendorong pemanfaatan teknologi sumur bor sebagai solusi pengairan.

"Kalau tidak ada irigasi, buat pemanisasi. Buat sumur bor. Sekarang ilmu dan teknologi sudah ada,"

Ia juga meminta sektor pendidikan diarahkan mendukung inovasi teknologi pertanian sederhana dan terjangkau. Prioritasnya adalah alat yang berdampak langsung bagi petani, bukan proyek teknologi besar yang belum mendesak.

Victor memberi contoh alat prioritas yang perlu dikembangkan:

  • Hand tractor
  • Cultivator
  • Alat penanam
  • Mesin pemanen

"Bagaimana buat hand tractor, bagaimana buat cultivator, bagaimana misalnya buat alat pemanen, alat penanam. Itu dulu. Jangan dulu terus mau apa namanya, pesawat,"

Penutup: penguatan dari hulu hingga hilir

Victor menegaskan perlunya kebijakan menyeluruh yang melibatkan petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan. Menurutnya, penguatan harus mencakup hulu ke hilir, mulai infrastruktur, peralatan, pupuk, bibit, hingga pendampingan.

"Pertanian harus diperkuat dari hulunya, infrastrukturnya, peralatannya, pupuknya, bibitnya, sampai pendampingan kepada petani,"
Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait