LINK Bakal Dongkrak Orbit Teleskop Swift pada 30 Juni 2026
Katalyst Space akan meluncurkan satelit servis robotik LINK paling cepat pada Selasa, 30 Juni 2026, dari Atol Kwajalein, Kepulauan Marshall. Misi komersial ini ditujukan untuk menaikkan kembali orbit Neil Gehrels Swift Observatory milik NASA yang mengalami penurunan orbit.
Rencana peluncuran dan persiapan awal
LINK akan diterbangkan menggunakan roket Northrop Grumman Pegasus XL. Setelah mencapai orbit, tim Katalyst akan memastikan panel surya LINK mengembang dan semua sistem berfungsi normal.
Setelah pemeriksaan awal, wahana akan menjalani serangkaian pengujian selama beberapa pekan. Tujuannya memastikan kesiapan sistem sebelum memulai manuver menuju Swift.
Rendezvous dan penilaian jarak
Saat mendekati teleskop Swift, LINK akan mengirimkan gambar satelit ke Bumi. Gambar ini membantu tim NASA dan Katalyst menentukan titik penangkapan yang paling aman.
Proses rendezvous dan penangkapan direncanakan berlangsung sekitar satu bulan. Pelaksanaan dilakukan perlahan dan hati-hati untuk meminimalkan risiko pada kedua wahana.
Penangkapan dan pengangkatan orbit
Setelah posisi aman ditetapkan, lengan robot LINK akan mencengkeram Swift. Wahana servis itu kemudian akan mendorong secara bertahap untuk menaikkan orbit Swift selama beberapa bulan.
Ketika ketinggian yang diinginkan tercapai, LINK akan melepaskan Swift dan meninggalkannya di orbit baru. NASA kemudian akan mengaktifkan kembali seluruh sistem serta instrumen ilmiah Swift.
Pemulihan operasi dan prospek ke depan
Proses memulihkan kemampuan observasi penuh diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan atau lebih. Durasi final bergantung pada hasil evaluasi selama operasi berlangsung.
Langkah ini menandai penggunaan layanan komersial untuk memperpanjang umur satelit sains penting. Jika berhasil, misi ini dapat menjadi contoh bagi operasi pemeliharaan satelit aktif di masa depan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
LSBA Bekasi Buka Kampus di Transpark, Perkuat Vokasi Anak Difabel
LSBA membuka kampus di LSPR Transpark Bekasi (15 Agus 2026) untuk memperkuat pendidikan vokasional anak berk...
BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
BRIN mengembangkan metode SERS berbasis nanopartikel perak yang mendeteksi deltamethrin pada teh hingga 0,01...
Pemuda Tangkap Isu Keberlanjutan Lewat Lensa: Living Knowledge Lab
15 pemuda dilatih literasi media, fotografi, dan keamanan digital dalam Living Knowledge Lab; karya mereka d...
BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral
BRIN temukan tiga kelompok umur batuan vulkanik Pacitan; temuan ini jadi petunjuk penting untuk identifikasi...
UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek hilirisasi energi senilai Rp618...
YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
YARSI menggelar pelatihan tenaga kependidikan dan kembangkan e-learning serta fasilitas untuk meningkatkan a...