Nasional

Kemensos Luncurkan LENSA SR untuk Pastikan Informasi Sekolah Rakyat Valid

Bagikan:
Antarmuka sistem LENSA SR Kemensos untuk mengelola dan memverifikasi informasi Sekolah Rakyat

Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan LENSA SR pada Agustus 2026 untuk memperkuat tata kelola informasi tentang Sekolah Rakyat. Sistem ini dirancang agar informasi yang tersebar ke publik valid, terintegrasi, dan konsisten, sekaligus mencegah penyebaran hoaks.

Apa itu LENSA SR dan tujuannya

LENSA SR merupakan platform pengelolaan isu dan komunikasi yang mengumpulkan, memverifikasi, dan mengolah informasi sebelum disebarkan. Program ini dibuat merespons ribuan pertanyaan dan aduan masyarakat—Kemensos mencatat 5.299 pertanyaan lewat media sosial hingga Mei 2026, terutama terkait lokasi, jadwal, dan ketersediaan Sekolah Rakyat.

Sumber informasi dan proses verifikasi

Informasi yang masuk ke LENSA SR tidak langsung dipublikasikan. Data dihimpun dari berbagai sumber, lalu dikonfirmasi ke unit yang berwenang untuk memastikan akurasi dan kebenaran.

  • Media massa dan media sosial
  • PPID dan SP4N-LAPOR!
  • Command Center 171, laporan Sentra dan Balai
  • Pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, dan informasi lapangan

Mekanisme enam tahapan

LENSA SR bekerja melalui enam tahapan yang terstruktur. Setiap isu melewati proses penangkapan, validasi, pengolahan, rekomendasi respons, diseminasi, hingga monitoring dan pembelajaran organisasi.

  1. Tangkap dan klasifikasi isu
  2. Validasi substansi
  3. Pengolahan isu dan narasi
  4. Rekomendasi respons dan tindak lanjut
  5. Diseminasi
  6. Monitoring dan pembelajaran organisasi

Perlindungan anak dan kriteria respons

Dokumen operasional LENSA SR menekankan lima perhatian utama: ketepatan data, kemutakhiran, kecepatan konfirmasi, konsistensi informasi, serta keamanan publikasi anak dan keluarga rentan. Perlindungan anak menjadi prioritas; materi publikasi diarahkan memenuhi prinsip data-safe dan child-safe.

Respons disusun berdasarkan tingkat risiko isu:

  • Isu ringan: jawaban layanan, FAQ, atau koreksi
  • Isu sedang: klarifikasi resmi atau konten penjelas
  • Isu berat: eskalasi terhadap kasus keselamatan anak, kekerasan, kebocoran data, integritas anggaran, atau dugaan pelanggaran hukum

Instrumen dan implementasi

Untuk menjamin keseragaman, LENSA SR dilengkapi Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Instrumen ini dapat diperbarui sesuai dinamika aduan, pemberitaan, dan percakapan publik.

Kemensos telah menerbitkan Nota Dinas Sekretaris Jenderal Nomor 3240/1/HM.01.03/8/2026 pada 27 Agustus 2026 sebagai dasar teknis implementasi dan arahan penggunaan narasi seragam kepada unit pusat, Balai Besar, Sentra Terpadu, serta kepala Sekolah Rakyat.

"Dengan adanya LENSA SR, segala informasi yang berkaitan dengan Sekolah Rakyat dapat terintegrasi dengan baik dari pusat hingga daerah. Sehingga masyarakat mudah mendapatkan informasi yang valid, cepat dan terhindar dari narasi hoax di media sosial,"

— Fatkhurohman Taufik, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa

"Semoga ke depan LENSA SR menjadi rujukan sebagai program layanan informasi terintegrasi, tidak hanya dalam lingkup Sekolah Rakyat tapi juga program lain seperti PKH, Sembako atau layanan lain di Kemensos,"

— Robben Rico, Sekretaris Jenderal Kemensos

Implikasi dan prospek

Dengan implementasi LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi tentang Sekolah Rakyat disampaikan cepat namun tetap terkonfirmasi, konsisten, dan dapat ditelusuri. Sistem ini juga diharapkan menjadi model tata kelola komunikasi untuk program Kemensos lainnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait