Kemkomdigi Tekankan Konektivitas T3 pada Hari Bhakti Postel
Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan bahwa digitalisasi tidak berhenti pada akses internet semata. Pernyataan ini disampaikan Staf Ahli Menkomdigi Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya, Raden Wijaya Kusumawardhana, saat membuka acara Fun Walk Hari Bhakti Postel di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Minggu, 30 Agustus 2026. Menurutnya, konektivitas harus membawa manfaat sosial, meningkatkan kontribusi pada negara, dan memperbaiki kesehatan serta kualitas hidup masyarakat.
Prinsip T3: Terhubung, Tumbuh, Terjaga
Kemkomdigi merumuskan prinsip konektivitas dengan singkatan T3, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Prinsip ini menjadi pijakan visi kementerian dalam menghadirkan layanan digital yang lebih bermakna bagi publik. Fokusnya bukan sekadar menjangkau, tetapi memastikan hubungan digital berujung pada manfaat nyata.
Pertama adalah terhubung, kita bisa membangun silaturahmi di antara kita semua. Selanjutnya, nilai tumbuh dimaknai sebagai semangat untuk terus berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan.
Konektivitas yang memperkuat hubungan dan kesehatan
Menurut Wijaya, aspek ketiga, terjaga, melampaui keberlanjutan ekosistem digital. Prinsip itu juga menyentuh upaya menjaga kesehatan dan hubungan antarmanusia. Dengan demikian, program digital diharapkan mendukung gaya hidup sehat dan memperkuat interaksi sosial di masyarakat.
Momentum Hari Bhakti Postel dan makna kebangsaan
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 yang berdekatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat kemajuan bangsa. Kemkomdigi mendorong agar rangkaian kegiatan memberi manfaat luas bagi masyarakat, serta menumbuhkan semangat kebangsaan dan kontribusi untuk pembangunan.
Semoga rangkaian Hari Bhakti Postel ini bisa meningkatkan rasa kemerdekaan bagi kita semua dan negara kita menjadi lebih maju dengan adanya kegiatan-kegiatan yang lebih baik seperti ini.
Acara seperti Fun Walk juga dimaksudkan untuk menginternalisasi nilai T3 di kalangan pegawai dan publik. Ke depan, Kemkomdigi diharapkan menerjemahkan prinsip ini ke dalam program layanan, kebijakan, dan inisiatif yang konkret demi konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sembilan Ulama Terpilih untuk AHWA di Muktamar ke-35 NU
Muktamar ke-35 NU di Jombang menetapkan sembilan ulama sebagai anggota AHWA berdasarkan rekapitulasi 4.703 s...
Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU untuk 2026-2031
Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026-2031 melalui mekanisme AHWA...
NU Sepakati Pemilihan Ketum PBNU Lewat AHWA
Muktamar ke-35 NU di Jombang setujui pemilihan Ketua Umum PBNU melalui AHWA setelah 401 dari 552 suara memil...
KAI Siapkan 'New Gambir' untuk Revitalisasi Stasiun Gambir
PT KAI menyiapkan 'New Gambir' untuk merevitalisasi Stasiun Gambir, fokus pada layanan, konektivitas moda, d...
Gus Najmi: Pernyataan Cak Imin soal NU-HMI Harus Dilihat Utuh
Gus Najmi minta pernyataan Cak Imin soal keterpurukan NU dan keterkaitan HMI dipahami utuh agar tidak disala...
Kemenhut Pantau Kualitas Udara di Enam Provinsi Prioritas Karhutla
Kemenhut memantau kualitas udara dan sebaran asap di enam provinsi prioritas karhutla untuk menentukan langk...