LEMS Dikerahkan Astronaut Artemis untuk Pantau Aktivitas Bulan
NASA menyelesaikan pengembangan dan pengujian perangkat Lunar Environment Monitoring Station (LEMS) yang dirancang untuk dipasang di permukaan Bulan. Pengumuman disampaikan pada Rabu, 12 Agustus 2026; LEMS akan ditempatkan dekat kawasan kutub selatan Bulan untuk mendukung penelitian dan eksplorasi jangka panjang.
Fungsi utama dan penempatan
LEMS dibuat untuk memantau aktivitas seismik dan tumbukan meteorit di Bulan. Perangkat ini membawa dua seismometer sensitif yang merekam getaran akibat gempa Bulan dan dampak benda langit. Data yang dikumpulkan membantu ilmuwan memahami struktur bagian dalam Bulan serta menilai potensi bahaya seismik bagi astronaut.
Desain modular dan kemampuan adaptif
Perangkat ini memiliki desain modular sehingga mudah disesuaikan atau diperluas dengan instrumen baru di masa depan. Dengan pendekatan modular, LEMS dapat berfungsi sebagai platform penelitian yang berkembang sesuai kebutuhan misi dan temuan ilmiah berikutnya.
Spesifikasi singkat
LEMS dirancang ringkas, hemat energi, dan relatif ringan. Berikut sejumlah spesifikasi yang diumumkan:
- Dua seismometer generasi baru yang lebih sensitif
- Ukuran sekitar sebuah koper kecil
- Berat sekitar lima kilogram dalam kondisi gravitasi bulan
Penyimpanan dan rencana pengiriman
Setelah tahap pengembangan selesai, unit LEMS kini ditempatkan di ruang bersih di NASA Goddard Space Flight Center di Maryland. Instrumen akan menunggu penetapan pada salah satu misi Artemis untuk dibawa dan dipasang di permukaan Bulan oleh astronaut.
Melanjutkan warisan Apollo
Proyek ini melanjutkan tradisi pengamatan seismik yang dimulai oleh misi Apollo pada 1969–1972. Seismometer Apollo mencatat sekitar 13.000 gempa Bulan dan berbagai getaran permukaan yang diamati hingga 1977. LEMS menghadirkan peningkatan berupa sensitivitas, ukuran yang lebih kecil, dan efisiensi energi untuk kebutuhan eksplorasi masa depan.
Pemasangan LEMS di kutub selatan Bulan diharapkan memperkuat basis data geofisika Bulan dan membantu merancang misi berawak jangka panjang dengan risiko lebih terkendali.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Long March 7A Meledak 85 Detik Setelah Peluncuran dari Wenchang
Roket Long March 7A meledak sekitar 85 detik setelah lepas landas dari Wenchang pada 10 Agustus 2026; penyeb...
Cara Memaksimalkan Galaxy Z Fold8 untuk Kerja dan Multitasking
Galaxy Z Fold8 dengan layar 7,6 inci dan fitur Split Screen memudahkan multitasking bagi pekerja hybrid dan...
BRIN Kenalkan Pupuk Slow Release untuk Ubah Kebiasaan Petani
BRIN uji pupuk slow release (SRF) di Sidowayah, Klaten untuk kurangi pemupukan berlebih, jaga produktivitas...
James Webb Ungkap Detail Nebula Singa (NGC 2392)
Citra inframerah James Webb menampilkan detail gumpalan debu dan gas terionisasi pada Nebula Singa (NGC 2392...
NASA Tunda Spacewalk hingga 18 Agustus 2026
NASA menunda spacewalk ke 18 Agustus 2026 setelah sensor CO2 pada pakaian antariksa menunjukkan pembacaan ti...
UNJ Latih Guru Integrasikan AI dan AR untuk Pembelajaran
UNJ melatih guru SMP/SMK memanfaatkan AI dan AR dalam pembelajaran supaya pembuatan RPP dan bahan ajar lebih...