Kementerian PU Pastikan Layanan Air Tetap Berjalan Pascagempa NTT
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan layanan air dan infrastruktur sumber daya air di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap beroperasi pascagempa. Pernyataan disampaikan Menteri Dody Hanggodo pada Sabtu, 15 Agustus 2026, setelah tim lapangan melakukan pemantauan awal terhadap bendungan, sungai, jaringan irigasi, dan sistem penyediaan air minum.
Pemantauan awal: bendungan aman, irigasi terkena longsor
Hasil pemeriksaan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II menunjukkan empat bendungan terpantau aman secara visual. Tidak ditemukan perubahan pada tubuh bendungan maupun bangunan pendukung lainnya. Namun, beberapa titik infrastruktur irigasi terkena dampak.
Temuan paling nyata adalah saluran irigasi Bendung Wae Laku di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, yang tertutup material longsoran berupa tanah, batuan, dan vegetasi dari tebing sisi saluran. Kondisi tebing yang terjal berisiko menimbulkan longsor susulan saat hujan lebat.
Dampak pada sistem penyediaan air minum
Gempa juga menyebabkan longsoran yang menutup alur sungai dan mengganggu sistem penyediaan air minum. Material tanah yang masuk membuat kualitas air berubah menjadi keruh di beberapa titik.
Memang di beberapa titik di Manggarai dan beberapa tempat lainnya, gempa menyebabkan longsoran di sana-sini. Longsoran itu juga menutup sungai sehingga sistem penyediaan air minum menjadi sangat terganggu.
Di beberapa tempat, air yang seharusnya keluar bersih dari SPAM sekarang menjadi cokelat karena banyak material tanah. Ini yang akan kami prioritaskan untuk segera diperbaiki.
Respons Kementerian PU dan langkah pemulihan
Menteri Dody menyatakan telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk terus memantau kondisi infrastruktur dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan. Penanganan difokuskan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta kelanjutan layanan dasar.
Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU untuk terus memantau kondisi infrastruktur dan melakukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, termasuk memastikan infrastruktur sumber daya air tetap aman dan berfungsi
Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian memperkuat tim lapangan, khususnya yang menangani sungai dan layanan air bersih. Dirjen Sumber Daya Air akan segera berangkat didampingi Balai Teknik Sungai agar penanganan di beberapa kabupaten berjalan lebih cepat dan efisien.
Karena sudah menyangkut sungai, penanganannya cukup kompleks
Dirjen Sumber Daya Air akan segera berangkat didampingi teman-teman Balai Teknik Sungai. Agar penanganan sungai di beberapa kabupaten bisa lebih cepat dan efisien, serta kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera tercukupi
Logistik dan koordinasi
Kementerian PU menyiagakan personel, peralatan, dan menyiapkan tangki air untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan. Distribusi tangki akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah berdasarkan kebutuhan lapangan.
- Pemantauan lanjutan jaringan irigasi dan sungai
- Penanganan longsoran dan pembersihan saluran serta alur sungai
- Distribusi tangki air untuk kebutuhan darurat
- Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait
Kementerian menegaskan setiap penanganan mempertimbangkan potensi gempa susulan dan keselamatan petugas. Pemulihan layanan air menjadi prioritas agar kebutuhan dasar masyarakat cepat terpenuhi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pengukuhan Paskibraka 2026: Komitmen Pemerintah Bina Generasi Penerus
Pengukuhan 76 anggota Paskibraka di Istana Negara jadi bukti komitmen pemerintah membina generasi penerus me...
Pemerintah Siapkan Lokasi PFII di Jakarta
Pemerintah menyiapkan lokasi PFII di Jakarta; posisi akan diumumkan otoritas terkait dan didukung Undang-Und...
Menko PMK: Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Gempa NTT
Pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat menanggapi gempa magnitudo 7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026, fokus...
BNPB Prioritaskan Evakuasi Korban Gempa 7,7 di NTT
BNPB prioritaskan evakuasi korban gempa 7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026; personel, helikopter, dan pesawat d...
BMKG: 235 Gempa Susulan di Flores, Peluruhan 2–3 Minggu
BMKG catat 235 gempa susulan hingga 14.00 WIB di utara Pulau Flores; proses peluruhan diperkirakan 2–3 mingg...
Evakuasi Korban Gempa NTT: Tim SAR Kerahkan 281 Personel
Tim SAR gabungan mengerahkan 281 personel untuk evakuasi korban gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT; puluhan...