PDI Perjuangan Karangrejo Gelar Kerja Bakti di Punden Gebyok
MAGETAN — Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Kecamatan Karangrejo menggelar kerja bakti dan pengecatan di kawasan punden Desa Gebyok, Selasa (16/6/2026). Kegiatan ini bagian dari peringatan Bulan Merawat Pertiwi yang mengangkat semangat pelestarian budaya dan lingkungan.
Kerja bakti, pengecatan, dan gotong royong warga
Ratusan kader partai berpadu dengan warga sekitar untuk membersihkan area punden, memangkas semak, dan mengecat fasilitas umum di lokasi. Aksi berlangsung sejak pagi dan berjalan secara bergotong royong hingga siang hari.
Selain pembersihan fisik, kegiatan juga difokuskan pada perapihan ruang budaya yang selama ini menjadi makam leluhur desa. Panitia menata kembali sekat, jalan setapak, dan area hijau di sekitar punden.
Nilai sejarah dan fungsi ekologis punden
Kawasan punden Desa Gebyok dikenal warga masih asri dan dikelilingi pohon besar, seperti pohon kepuh, trembesi, dan beringin. Pohon-pohon itu menjadi penanda ruang budaya sekaligus penyangga lingkungan desa.
Menurut Ketua PAC Karangrejo, Marwan, kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih. Ia menekankan pentingnya merawat akar budaya dan menumbuhkan kesadaran ekologis dalam masyarakat.
"Punden bukan hanya tempat yang punya nilai sejarah dan budaya, tapi juga ruang hidup masyarakat desa yang harus dijaga bersama. Semangat Merawat Pertiwi yang diajarkan Bung Karno harus diwujudkan lewat tindakan nyata, sekecil apa pun itu," kata Marwan.
Keterlibatan pengurus partai dan tindak lanjut
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Diana Sasa, pengurus DPC Joko Suyono, serta anggota DPRD setempat, Rita Haryati. Kehadiran pengurus daerah menegaskan dukungan organisasi terhadap agenda pelestarian lokal.
Diana menilai peringatan Bulan Merawat Pertiwi tidak boleh berhenti pada seremoni. Ia mengajak masyarakat menerjemahkan ajaran Bung Karno menjadi aksi nyata di lingkungan masing-masing.
"Merawat pertiwi itu dimulai dari merawat lingkungan terdekat kita. Membersihkan punden, menjaga pohon-pohon tua, merawat ruang budaya desa. Itu bagian dari merawat ingatan, identitas, sekaligus masa depan masyarakat kita," ujar Diana.
Agenda lanjutan dan implikasi lokal
PAC Karangrejo berencana melanjutkan agenda pelestarian lingkungan serupa di beberapa titik lain di Magetan sepanjang bulan Juni. Rencana ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian budaya dan ekosistem lokal.
Kegiatan di Gebyok menunjukkan bagaimana gotong royong lokal dapat dipadukan dengan upaya konservasi budaya. Langkah serupa berpotensi menjadi model bagi desa lain yang ingin menjaga warisan budaya sekaligus lingkungan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Menang Beruntun di Pakel, Targetkan Kemenangan 2029
PDI Perjuangan kembali menang di Kecamatan Pakel; DPC Tulungagung targetkan kemenangan tebal pada Pemilu 202...
Perda Cagar Budaya Diharapkan Kunci Anggaran Rehabilitasi di Kediri
Yuzar Rasyid minta Raperda Cagar Budaya jadi payung hukum dan pengunci anggaran agar rehabilitasi bangunan b...
PDI Perjuangan Blitar Kukuhkan 189 Pengurus Ranting, Siap Hadapi Pemilu 2029
PDI Perjuangan Kota Blitar mengukuhkan 189 pengurus ranting dari 21 kelurahan pada Musran 8 Agustus 2026 unt...
PDI Perjuangan Bojonegoro Bentuk Pengurus Ranting dan Anak Ranting
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro gelar Rapat Pleno 8–9 Agustus 2026 untuk bentuk pengurus ranting dan anak rant...
Andreas Eddy Reses di Malang: Nikmati Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe
Andreas Eddy Susetyo turun ke kampung di Malang saat reses, menikmati kuliner tradisional dan menyerap aspir...
Persiga Trenggalek Target Menang dan Lolos Piala Soeratin
Persiga Trenggalek U-17 ditargetkan menang dan lolos dari fase grup Piala Soeratin 2026, kata Ketua KONI Dod...