Olahraga

6.000 Pesilat Meriahkan Flash Mob Pencak Silat di Bundaran HI

Bagikan:
Pesilat berbaris dan menari dalam Flash Mob Pencak Silat di Bundaran HI

Lebih dari 6.000 pesilat dari berbagai perguruan di Jabodetabek mengikuti Flash Mob Pencak Silat di Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan digelar saat Car Free Day sekaligus menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, dengan tujuan memperkenalkan dan melestarikan pencak silat kepada publik, khususnya generasi muda.

Rangkaian acara dan jumlah peserta

Acara berlangsung di tengah aktivitas masyarakat yang berolahraga dan bersantai. Panitia mencatat lebih dari 6.000 peserta dari berbagai perguruan se-Jakarta dan sekitarnya tampil serempak. Penyelenggaraan ini merupakan inisiatif Pengurus Besar IPSI dan mendapat dukungan dari Pengprov IPSI DKI Jakarta.

Suasana dan atraksi

Penampilan dipadu dengan tabuhan kendang rampak khas Betawi yang mengiringi gerakan tangan dan kaki para pesilat muda. Suara komando menjaga ritme, jarak, dan ketertiban barisan sehingga atraksi tampak rapi dan menarik perhatian pengguna jalan serta pelajar yang berolahraga.

Tujuan penyelenggara

Ketua Pengprov IPSI DKI Jakarta, Munjirin, menyatakan kegiatan ini bertujuan mengenalkan pencak silat sebagai kebudayaan asli Indonesia dan menarik minat generasi muda.

"Kegiatan ini diinisiasi PB IPSI pusat, dan kami dari Pengprov DKI mendukung kegiatan ini,"

Selain itu, Sekjen PB IPSI, Abdul Karim Aljufri, menegaskan pentingnya penghargaan masyarakat terhadap pencak silat dan dorongan agar cabang ini lebih dikenal secara global.

"Kita ingin lebih menduniakan pencak silat, agar dihargai di negara sendiri,"

PB IPSI juga mendorong agar pencak silat menjadi bagian dari kurikulum wajib di sekolah, sekaligus dipandang sebagai olahraga dan sarana bela diri untuk mengatasi perundungan.

Kisah pesilat muda

Salah satu peserta, Lintang dari Bekasi, mulai belajar silat sejak kelas tiga SD dan kini duduk di kelas delapan. Ia menyukai gerakan dan iringan musik pencak silat karena merasa itu bagian penting dari warisan keluarga dan budaya.

"Aku suka silat karena keturunan dari kakek yang juga punya padepokan silat. Aku ingin nantinya jadi pesilat nasional,"

Dampak dan prospek pelestarian

Flash Mob Pencak Silat menjadi wadah pertemuan antarperguruan dan generasi. Penampilan di ruang publik diharapkan memperkuat kebersamaan sekaligus membuat pencak silat lebih dekat dengan masyarakat. Jika rutin digelar, kegiatan serupa berpotensi meningkatkan minat belajar dan melestarikan pencak silat sebagai budaya bangsa.

Acara kali ini juga menjadi tindak lanjut penyelenggaraan tahun sebelumnya, yang sempat memecahkan rekor MURI, sehingga penyelenggara berkomitmen mempertahankan momentum untuk pengembangan pencak silat ke depannya.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait