Menekraf: Indonesia Harus Jadi Lokasi Syuting Internasional
Menekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan Indonesia harus menjadi destinasi utama syuting film internasional saat meninjau proses produksi film Happy Eyes di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jumat, 7 Agustus 2026. Film kolaborasi Moana Films (Prancis) dan Jungle Run Productions (Indonesia) syuting 40 hari penuh di Indonesia, dengan lokasi utama di Taman Safari dan Tanjung Lesung, Banten.
Proyek Happy Eyes dan keterlibatan lokal
Produksi Happy Eyes melibatkan lebih dari 200 kru, di mana sekitar 70 persen berasal dari Indonesia. Syuting yang berlangsung selama 40 hari sepenuhnya dilakukan di tanah air, menjadi contoh kerja sama lintas negara dalam industri perfilman.
Kolaborasi ini melibatkan tim dari Prancis dan Indonesia serta penggunaan lokasi alam dan fasilitas lokal sebagai latar cerita.
Manfaat ekonomi dan transfer pengetahuan
Menekraf menekankan bahwa kekayaan alam, keanekaragaman hayati, budaya, dan talenta lokal menjadi daya tarik utama bagi rumah produksi asing. Ia menyatakan bahwa kehadiran produksi internasional membuka peluang transfer pengetahuan dan teknologi bagi kru lokal.
Menurut Menekraf, dampak ekonomi bersifat berganda, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penggerak sektor jasa. Dampak langsung dan tidak langsung meliputi:
- Perhotelan dan akomodasi
- Kuliner dan katering lokal
- Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
- Transportasi dan logistik
- Pariwisata daerah
Dukungan pemerintah untuk produksi asing
Pemerintah disebut terus memperkuat koordinasi antarlembaga untuk mempermudah proses produksi asing di Indonesia. Upaya yang ditekankan meliputi kemudahan visa, perizinan, serta keluar-masuk peralatan produksi.
Langkah-langkah administratif ini dimaksudkan untuk menurunkan hambatan dan mempercepat realisasi produksi film yang memanfaatkan lokasi dan sumber daya lokal.
Respon produser dan Taman Safari
"Indonesia ingin semakin membuka diri untuk produksi-produksi film dari berbagai negara. Kita ingin alam, tim produksi dan talenta-talenta Indonesia bisa semakin berkolaborasi."
Executive Producer Happy Eyes, Joe Yaggi, mengapresiasi dukungan pemerintah dan kemampuan kru lokal untuk bekerja sesuai standar internasional.
"Kru dari Prancis sangat senang bekerja sama dengan kami,"
Joe berharap kolaborasi serupa makin banyak sehingga tenaga kerja lokal dapat terus mengasah kemampuan sesuai standar global.
Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, menilai produksi ini juga berfungsi sebagai sarana storytelling untuk memperkenalkan usaha konservasi kepada publik.
"Ini adalah suatu cerita yang bisa dipakai untuk mendorong konservasi sebagai salah satu pilar Taman Safari Indonesia,"
Ke depan, pemerintah dan pelaku industri menyatakan komitmen untuk terus memfasilitasi produksi internasional di Indonesia sekaligus memastikan manfaat ekonomi dan edukatif menyentuh komunitas lokal.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Elevator Boys Rilis Trailer 'Back to the 90s', Tayang 21 Agustus 2026
Elevator Boys rilis trailer film debut 'Back to the 90s', siap tayang di Prime Video pada 21 Agustus 2026. F...
Trailer 'Primetime' Rilis, Robert Pattinson Perankan Chris Hansen
A24 merilis trailer 'Primetime' yang menampilkan Robert Pattinson sebagai Chris Hansen; film tayang 25 Septe...
D'MASIV Buka Tur Asia di Taiwan, 'Asia Home Run' Mulai 4 Okt
D'MASIV memulai tur 'Asia Home Run' di Taiwan pada 4 Oktober 2026, menampilkan konsep visual baru dan paket...
Sinopsis Deep Water: Teror Hiu dan Perjuangan Bertahan Hidup
Film 'Deep Water' garapan Renny Harlin mengisahkan pendaratan darurat di Samudra Pasifik dan perjuangan peny...
Seungmin Absen Promosi Comeback Stray Kids karena Rehabilitasi
Seungmin absen dari sejumlah promosi comeback Stray Kids karena menjalani rehabilitasi medis; keterlibatan a...
THEBLACKLABEL Pastikan Rosé Hadiri Perayaan 10 Tahun BLACKPINK
THEBLACKLABEL memastikan Rosé akan hadir di perayaan 10 tahun debut BLACKPINK setelah merilis klarifikasi re...