Politik

PDI Perjuangan Blitar Kukuhkan 189 Pengurus Ranting, Siap Hadapi Pemilu 2029

Bagikan:
Pengurus Musyawarah Ranting PDI Perjuangan Kota Blitar dibacakan dan diambil sumpah

BLITAR — PDI Perjuangan Kota Blitar mengukuhkan 189 pengurus ranting dari 21 kelurahan di tiga kecamatan, Sabtu (8/8/2026) malam. Musyawarah Ranting (Musran) yang digelar di Kantor Sekretariat DPC itu dimaksudkan memperkuat struktur partai hingga tingkat kelurahan dan menyiapkan regenerasi kader menjelang Pemilu 2029.

Rangkaian Musran dan mekanisme penetapan

Musran berlangsung serentak dan dihadiri Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Didik Nurhadi, jajaran pengurus DPC dan PAC, serta kader ranting. Setiap ranting ditetapkan memiliki sembilan pengurus dengan komposisi yang memperhatikan keterwakilan perempuan dan kader muda.

Didik menjelaskan mekanisme penjaringan dan penetapan pengurus ranting. Proses dimulai dari ranting yang menjaring lima calon, dilanjutkan PAC menambah tiga calon, lalu DPC melalui pleno berwenang menambahkan dua orang. Dari proses itu ditentukan ketua, sekretaris, dan bendahara.

"Ranting menjaring lima calon, kemudian PAC menambahkan tiga calon. Selanjutnya DPC melalui pleno memiliki kewenangan menambahkan dua orang. Dari proses itu kemudian diputuskan ketua, sekretaris, dan bendahara ranting,"

Setelah pleno menetapkan susunan, daftar pengurus dibacakan dalam forum Musran, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan penerbitan surat keputusan.

Peran perempuan, senior, dan generasi muda

Dalam susunan baru, partai menempatkan perhatian khusus pada keterlibatan perempuan dan kader muda, termasuk Gen Z. Menurut Didik, kombinasi kader senior, perempuan, dan generasi muda diharapkan menjadi mesin organisasi yang efektif menghadapi agenda politik mendatang.

"Harapannya, dengan adanya senior, Gen Z, dan perempuan, ini menjadi mesin yang efektif dalam menyongsong agenda Pemilu 2029,"

Konsolidasi organisasi dan tindak lanjut

Didik menyatakan penyelesaian Musran di Kota Blitar menjadi bagian dari target konsolidasi PDI Perjuangan di Jawa Timur yang direncanakan rampung pada Agustus 2026. Di Blitar, proses menutup tiga kecamatan dan 21 kelurahan dinilai tuntas.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Sugeng Praptono menyebut Musran sebagai tahapan lanjutan setelah konsolidasi DPC dan PAC. Tahapan berikutnya adalah musyawarah anak ranting.

"Tidak ada satu pun calon ketua yang dipilih melalui voting. Semuanya didasari musyawarah untuk mufakat. Ini menunjukkan tingkat kedewasaan untuk berpartai cukup tinggi,"

Sugeng menegaskan struktur baru tetap membuka ruang bagi kader senior sekaligus memberi kesempatan lebih luas bagi generasi muda. Ia mengingatkan pengurus baru bahwa jabatan adalah tanggung jawab organisasi dan menuntut dedikasi tinggi.

"Jadi pengurus itu tidak gampang. Mengurusi, bukan diurusi. Perlu dedikasi yang tinggi,"

Lebih jauh, Sugeng meminta pengurus berpegang pada lima prinsip organisasi: mantap ideologi, mantap program, mantap kader, mantap organisasi, dan mantap sumber daya sebagai bekal menghadapi agenda politik mendatang.

Implikasi ke depan

Tuntasnya Musran di tingkat kelurahan memperkuat struktur partai dan menandai langkah persiapan menuju Pemilu 2029. Konsolidasi di Blitar juga menjadi bagian dari upaya provinsi untuk menyelesaikan pembenahan organisasi sebelum agenda pemilihan nasional.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait