RSUI Siapkan Fasilitas Dukung Ibu Menyusui di Lingkungan Rumah Sakit
Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menyiapkan fasilitas pendukung bagi ibu menyusui, baik pasien maupun pekerja, untuk memastikan pemenuhan kebutuhan ASI dan kenyamanan selama berada di lingkungan rumah sakit. Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama RSUI, Ari Kusuma Januarto, di Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026.
Poli khusus untuk pasien ibu menyusui
RSUI membuka layanan terpadu bagi pasien ibu menyusui agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan. Tujuannya agar proses pemberian ASI tidak terganggu saat ibu menjalani perawatan atau pemeriksaan di rumah sakit.
"Kami menyiapkan poli khusus untuk mendukung kebutuhan pasien ibu menyusui saat memperoleh pelayanan di rumah sakit. Fasilitas itu disiapkan agar ibu menyusui tetap nyaman dan memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya selama berada di RSUI,"
Dukungan bagi pekerja yang menyusui
Selain pasien, RSUI juga memfokuskan perhatian pada hak pekerja perempuan, termasuk selama cuti kehamilan dan masa pemberian ASI eksklusif. Fasilitas dan kebijakan disusun agar karyawan yang menyusui dapat tetap bekerja tanpa mengabaikan kebutuhan menyusui.
"Ketika bekerja, mereka bisa menampung ASI dan menyimpannya di kulkas sampai bisa dibawa pulang. Itu juga kami fasilitasi,"
RSUI menyediakan ruang untuk memerah ASI, fasilitas penyimpanan dingin, dan area istirahat yang disesuaikan dengan kondisi ibu setelah kembali bekerja. Langkah ini dirancang untuk menjaga kenyamanan sekaligus produktivitas pekerja perempuan.
Kebijakan fleksibilitas kerja dan kesehatan
Untuk pekerja yang mengalami keterbatasan kesehatan, RSUI menerapkan kebijakan fleksibel. Tujuannya agar pegawai tetap dapat menjalankan tugas secara optimal tanpa memaksakan kondisi fisik yang belum pulih.
"Kalau ada keterbatasan kesehatan, kami memberikan kesempatan untuk menunggu laporan, beristirahat, atau pekerjaannya diambil alih oleh teman. Itu juga bisa dilakukan,"
Secara praktis, kebijakan ini memberi ruang untuk penyesuaian jam kerja, waktu istirahat tambahan, dan pengalihan tugas sementara kepada rekan kerja sesuai kebutuhan kesehatan ibu.
Ringkasan fasilitas
- Poli khusus untuk pelayanan kesehatan ibu menyusui;
- Ruang memerah ASI dan kulkas penyimpanan sementara;
- Area istirahat bagi pekerja pasca cuti kehamilan;
- Kebijakan fleksibilitas tugas dan jam kerja untuk kondisi kesehatan tertentu.
Langkah RSUI ini diharapkan mendukung pemenuhan hak kesehatan reproduksi dan perlindungan pekerja perempuan. Ke depan, penerapan fasilitas dan kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan kenyamanan ibu serta keberlanjutan pemberian ASI bagi bayi saat ibu harus menjalankan peran ganda sebagai pasien atau pekerja.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...