Putaran LINK Melambat, Katalyst Space Siapkan Manuver ke Swift
Katalyst Space berhasil menurunkan kecepatan putaran wahana robotik LINK di orbit pada 8 Agustus 2026, dan kini menyiapkan serangkaian langkah untuk melanjutkan pendekatan ke Neil Gehrels Swift Observatory. Upaya ini diperlukan untuk memulihkan komunikasi dan memungkinkan manuver penyelarasan posisi.
Pengurangan putaran dan dampak pada misi
Sebelumnya LINK mengalami putaran multi-sumbu yang cepat, sekitar 9 derajat per detik, sehingga komunikasi menjadi tidak stabil dan pergerakan menuju Swift terhambat. Kondisi putaran yang tidak terkendali membuat wahana sulit melakukan koreksi orbit dan orientasi.
| Parameter | Sebelum | Setelah Upaya |
|---|---|---|
| Kecepatan putaran | ~9°/s | ~1,47°/s |
| Status komunikasi | Tidak stabil | Membaik, dipertahankan |
Langkah pemulihan yang dijalankan
Tim misi menggunakan beberapa pembakaran dari pendorong propulsi listrik LINK untuk mengurangi momentum rotasi. Manuver pendorong ini berhasil menurunkan laju putaran menjadi sekitar 1,47 derajat per detik, yang lebih mudah dikendalikan untuk tahap selanjutnya.
Setelah penurunan putaran, tim berencana mempertahankan kondisi tersebut sambil menyiapkan pembaruan perangkat lunak penerbangan. Pembaruan ini akan dilengkapi pengendali orientasi baru untuk menjaga stabilitas LINK dalam konfigurasi saat ini.
Rencana manuver menuju Swift
Dengan stabilitas yang meningkat, LINK akan mulai melakukan manuver yang ditujukan menyelaraskan posisinya terhadap Swift. Jika tahapan pemulihan berjalan sesuai rencana, wahana berpotensi melanjutkan tugasnya membantu menaikkan ketinggian orbit observatorium tersebut.
Organisasi pengelola misi akan mengunggah pembaruan perangkat lunak dalam beberapa hari mendatang untuk mengaktifkan pengendali baru dan mendukung manuver lebih presisi.
Konteks dan prospek ke depan
Keberhasilan mengurangi putaran menunjukkan kemampuan tim misi menanggapi anomali pada wahana servis di orbit. Langkah berikutnya bergantung pada efektivitas pembaruan perangkat lunak dan kestabilan yang dapat dipertahankan oleh sistem orientasi baru.
Jika proses pemulihan lengkap, LINK dapat melanjutkan operasi mendukung Swift Observatory dan memperlihatkan kemajuan teknik servis on-orbit yang semakin matang.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...