Siswa Kurangi Gawai dan Baca 10 Menit Sehari
Seorang pelajar Jakarta mempertahankan kebiasaan membaca dengan mengurangi penggunaan gawai. Kebiasaan itu berlangsung tiap hari di tengah upaya pemerintah menggiatkan kembali budaya membaca.
Pelajar praktikkan kurangi gawai untuk fokus
Arkan, seorang siswa yang ditemui di Perpustakaan Nasional, Gambir, mengatakan ia meluangkan waktu membaca sekitar 10 menit setiap hari. Menurutnya, mengurangi penggunaan ponsel membantu menjaga konsistensi dan fokus saat membaca.
"Saya membaca buku sekitar 10 menitan, setiap hari. Mengurangi main HP kita bisa meningkatkan keinginan membaca buku, tips kurangin HP biar fokus membaca."
Arkan menambahkan bahwa membaca memperkaya pengetahuan. Ia menyukai buku bertema astronomi dan memilih judul-judul populer untuk bacaan singkatnya.
Pemerintah galakkan kembali kebiasaan membaca
Pemerintah menyatakan akan menggiatkan kembali kebiasaan membaca di kalangan pelajar. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, yang menerangkan langkah-langkah koordinasi dengan instansi terkait.
"Mari kita kembali membiasakan diri sebanyak-banyaknya membaca buku. Itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua."
Pernyataan tersebut disampaikan di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026. Pemerintah menegaskan peran keluarga dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.
Fokus pembaruan buku pelajaran
Untuk mendukung gerakan ini, pemerintah membentuk tim yang bekerja meninjau dan memperbarui buku pelajaran. Pembaruan dimaksudkan agar materi lebih relevan dan tampilan buku lebih menarik bagi pelajar.
"Kita sudah membentuk tim dan sudah bekerja. Beberapa kali rapat."
Tim menekankan tiga kelompok mata pelajaran strategis yang akan mendapat pembaharuan materi:
- Pelajaran tentang nasionalisme dan kebangsaan
- Matematika
- Bahasa Inggris
"Ada beberapa penekanan dari bapak presiden, pertama buku ajar mengenai nasionalisme dan kebangsaan. Kedua mengenai matematika dan ketiga pelajaran bahasa Inggris."
Dampak dan langkah berikutnya
Langkah ini memadukan kebijakan tingkat nasional dan praktik siswa di lapangan. Dukungan keluarga dan perubahan materi ajar di sekolah diharapkan meningkatkan minat baca pelajar.
Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada hasil kerja tim pembaruan buku dan implementasi kebijakan di sekolah-sekolah.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...