Kemenhub Percepat Penyerapan Anggaran 2026 dengan Serangkaian Langkah
Kementerian Perhubungan menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat penyerapan anggaran 2026. Pernyataan ini disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat Rapat Kerja dengan Komisi V di Kompleks Parlemen, Jakarta, 5 Juni 2026. Tujuan percepatan adalah menjaga momentum pelaksanaan kegiatan hingga akhir tahun anggaran.
Realisasi anggaran hingga Mei 2026
Kementerian Perhubungan memulai 2026 dengan pagu awal Rp28,49 triliun dan pagu efektif Rp28,09 triliun. Hingga akhir Mei 2026, realisasi anggaran tercatat Rp9,06 triliun atau 32,27 persen.
| Keterangan | Jumlah / Persentase |
|---|---|
| Pagu Awal | Rp28,49 triliun |
| Pagu Efektif | Rp28,09 triliun |
| Realisasi hingga Mei 2026 | Rp9,06 triliun (32,27%) |
| Target kumulatif hingga Mei 2026 | 30,10% |
| Proyeksi realisasi akhir tahun | Rp27,21 triliun (96,84% dari pagu efektif) |
Menurut Dudy, capaian 32,27 persen masih sesuai tahapan pelaksanaan kegiatan pada semester pertama. Realisasi tersebut juga lebih tinggi daripada target kumulatif hingga Mei 2026 yang sebesar 30,10 persen.
Langkah percepatan yang diambil
Kementerian menghadapi beberapa tantangan seperti proses kontrak, pengadaan, revisi anggaran, dan kebutuhan percepatan kegiatan strategis. Untuk mengatasi itu, Kementerian menerapkan serangkaian langkah operasional.
- Mempercepat proses pengadaan barang dan jasa.
- Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan prioritas.
- Mempercepat penyelesaian tagihan dan pembayaran.
- Melakukan percepatan revisi dan pergeseran anggaran pada kegiatan yang siap diserap.
- Memperkuat koordinasi dan pengendalian rencana penarikan dana.
Untuk percepatan pelaksanaan anggaran, Kementerian Perhubungan melakukan beberapa langkah strategis. Diantaranya mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan prioritas dan penyelesaian tagihan.
Monitoring, evaluasi, dan proyeksi akhir tahun
Penguatan monitoring dan evaluasi fisik serta keuangan menjadi fokus utama. Kementerian juga mempercepat revisi anggaran dan pergeseran dana untuk kegiatan yang siap diserap.
Mempercepat revisi dan pergeseran anggaran pada kegiatan yang siap serat dan memperkuat koordinasi dan pengendalian rencana penarikan dana. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga momentum penyerapan hingga akhir tahun anggaran.
Dengan langkah tersebut, Kementerian menargetkan realisasi akhir tahun mencapai Rp27,21 triliun atau sekitar 96,84 persen dari pagu efektif. Selain mengejar kuantitas penyerapan, Kementerian menegaskan pentingnya menjaga kualitas belanja agar output dan outcome kegiatan tetap terjamin.
Ke depan, keberhasilan langkah percepatan bergantung pada kelancaran pengadaan, koordinasi antar unit, dan penyelesaian tagihan. Pemantauan berkelanjutan akan menjadi kunci untuk memastikan target penyerapan anggaran dapat tercapai tanpa mengorbankan mutu pelaksanaan proyek.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Diduga Korsleting, 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi Terbakar
Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, 25 Juli 2026, meludeskan 70 rumah sehingga 420 warga kehilan...
Pemerintah Siapkan 2.000 Kampung Nelayan untuk Kesejahteraan
Pemerintah akan membangun 2.000 kampung nelayan mulai 2026, lengkap balai lelang, pabrik es, cold storage, d...
Pemerintah Percepat Program Makan Bergizi Gratis dalam Dua Tahap
Pemerintah percepat program Makan Bergizi Gratis dalam dua tahap: satu bulan fokus 3T dan pondok pesantren,...
Kemkomdigi Raih Predikat Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Kemkomdigi mendapat predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dari ORI untuk 2024–2025 dengan skor 8...
Wamenko: Ketahanan Pangan Kian Menguat, Stok Beras 5 Juta Ton
Pemerintah perkuat ketahanan pangan dengan cadangan beras 5 juta ton; stok dinilai cukup hadapi El Nino dan...
Pertagas Gelar Office Adventure Day Rayakan Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Office Adventure Day pada 25 Juli 2026, menghadirkan ruang bermain edukatif bagi 35 anak...