BGN Libatkan Kantin Sekolah untuk Dukung Program MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan siap melibatkan kantin sekolah dalam produksi MBG sebagai bagian dari perombakan program. Pernyataan disampaikan oleh Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, pada Jumat, 5 Juni 2026. Kebijakan ini bertujuan memperluas jangkauan layanan gizi dan meningkatkan efisiensi anggaran.
Perombakan tata kelola dan fokus sasaran
Nanik menegaskan BGN akan memperkuat tata kelola dan mengefisienkan penggunaan anggaran untuk program MBG. Langkah ini mencakup penajaman sasaran penerima manfaat dan optimalisasi sumber daya yang ada. Tujuannya agar program lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberi manfaat maksimal.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Fokus utama BGN saat ini adalah memastikan setiap anggaran dan sumber daya yang menghasilkan dampak yang optimal,"
Langkah operasional yang dilakukan
BGN sudah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk menata kembali pelaksanaan program. Perbaikan difokuskan pada pengelolaan dapur dan sumber daya manusia. Langkah utama meliputi:
- recofusing penerima manfaat;
- moratorium pembangunan dapur baru;
- optimalisasi dapur yang telah beroperasi.
Selain itu, BGN memperkuat pembinaan dan standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan keamanan pangan, mutu layanan, dan kompetensi SDM.
Peran kantin sekolah dan strategi wilayah 3T
Salah satu upaya perluasan jangkauan adalah memanfaatkan kantin sekolah sebagai titik produksi dan distribusi MBG. Pendekatan ini dipilih untuk mengoptimalkan sarana yang sudah ada ketimbang membangun fasilitas baru di setiap lokasi.
"Masih terdapat konsentrasi dapur yang tinggi di wilayah aglomerasi. Sementara sejumlah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih membutuhkan penguatan layanan,"
Untuk wilayah 3T, BGN menyiapkan skema implementasi yang lebih adaptif. Skema ini mengutamakan pemanfaatan fasilitas lokal, pelatihan SDM, dan standar keamanan pangan yang lebih ketat agar layanan dapat menyentuh kelompok yang selama ini kurang terlayani.
Perubahan kepemimpinan dan kelanjutan evaluasi
Pada periode ini, Presiden mengganti kepala BGN. Nanik Sudaryati Deyang resmi menjabat menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, dengan catatan bahwa evaluasi program strategis akan terus berjalan tanpa mengganggu layanan.
"Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik Sudaryati Deyang sebagai kepala BGN yang baru,"
Dengan penataan ulang dan pelibatan kantin sekolah, BGN berharap cakupan MBG meluas dan kualitas nutrisi penerima manfaat meningkat. Ke depan, efektivitas langkah ini akan dipantau dan dievaluasi untuk memastikan dampak yang nyata terhadap ketahanan gizi anak-anak dan kelompok rentan.
Berita Terkait
Menteri Ekraf Buka ArtMoments Jakarta 2026, Tekankan Peran Seni Rupa
Menteri Ekraf Teuku Riefky buka ArtMoments Jakarta 2026 (4 Juni), menekankan seni rupa sebagai kekuatan buda...
Wakil Kepala BGN Perkuat Tata Kelola Program MBG
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari fokus perbaiki tata kelola dan integrasi data MBG; BGN juga moratorium pe...
Dwikorita: Cuaca Indonesia Dipengaruhi Geografi dan Oseanografi
Dwikorita menganalisis cuaca Indonesia dipengaruhi posisi geografis, topografi, dan suhu muka laut yang memi...
Dwikorita: Cuaca Indonesia Dipengaruhi Geografi dan Lautan
Dwikorita: cuaca Indonesia dipengaruhi posisi geografis, topografi, dan suhu muka laut yang memicu El Nino/L...
Gibran Tekankan Birokrasi Lincah di Pembekalan Lemhannas
Wapres Gibran minta birokrasi lebih gesit dan kolaboratif agar pelayanan publik tak terhambat prosedur, saat...
BGN Tunda Penambahan Dapur MBG karena Efisiensi Anggaran
BGN menunda penambahan dapur MBG per 5 Juni 2026 untuk efisiensi anggaran dan meratakan layanan; fokus perba...