Kemenhub dan Meratus Salurkan 150 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Kementerian Perhubungan bersama PT Meratus menyalurkan sekitar 150 ton bantuan kemanusiaan kepada korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman dilakukan lewat jalur laut untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Pengiriman dan rute distribusi
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengoordinasikan pengiriman melalui pelabuhan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah. Distribusi tahap awal dilaksanakan melalui Pelabuhan Labuan Bajo, Maumere, dan Ende.
Pada tahap pertama, empat peti kemas ukuran 20 kaki dipakai untuk mengangkut bantuan. Sebagian besar muatan berupa air mineral dan kebutuhan pokok masyarakat.
- Dua peti kemas ke Labuan Bajo menggunakan Kapal Red Resource, tiba 23 Agustus 2026.
- Satu peti kemas menuju Maumere dengan kapal yang sama.
- Satu peti kemas ke Ende diangkut Kapal Meratus Pariaman, dijadwalkan tiba 26 Agustus 2026.
Peran transportasi laut
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menekankan pentingnya jalur laut untuk wilayah kepulauan seperti NTT. Jalur ini dianggap mampu menjangkau area yang memerlukan dukungan logistik segera.
"Melalui koordinasi dengan PT Meratus dan UPT di daerah, kami memastikan bantuan melalui jalur laut dapat diterima. Bantuan juga diteruskan kepada masyarakat terdampak secara lancar, aman, dan tepat sasaran," ujar Masyhud di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dukungan PT Meratus dan layanan gratis
PT Meratus memberi dukungan dengan mengoptimalkan jaringan pelayaran dan layanan logistik. Perusahaan juga membuka layanan pengiriman bantuan gratis bagi donatur selama proses pemulihan berlangsung.
Selain itu, Meratus Foundation menyiapkan sekitar 200 ton bantuan lagi yang akan dikirim secara bertahap. Pemerintah mengapresiasi kolaborasi ini untuk mempercepat penanganan pascabencana.
"Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat dibutuhkan dalam situasi bencana. Kami mengapresiasi PT Meratus yang mengoptimalkan jaringan logistik untuk mempercepat distribusi bantuan," kata Masyhud.
Dampak dan langkah selanjutnya
Bantuan yang tiba melalui Labuan Bajo diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Manggarai dan Reo. Upaya pengiriman bertahap diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak.
Pemerintah dan mitra logistik akan terus memantau distribusi agar bantuan tersalurkan tepat sasaran. Pengiriman lanjutan dari Meratus Foundation akan melengkapi kebutuhan yang masih mendesak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ketua Komisi II Minta Bawaslu Gencarkan Publikasi di Medsos
Ketua Komisi II DPR minta Bawaslu intensifkan publikasi kinerja di media sosial pada masa non-tahapan pemilu...
Prabowo Instruksikan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dayak
Presiden Prabowo menerima Panglima Jilah dan menginstruksikan pembangunan jalan, Sekolah Rakyat, rumah adat,...
Merdeka Run 2026: Lebih dari 10 Ribu Pelari Rayakan HUT RI ke-81
Lebih dari 10 ribu pelari menyelesaikan Merdeka Run 2026, merayakan HUT ke-81 RI dengan rute delapan kilomet...
Komisi II Minta Bawaslu Gencarkan Publikasi Kinerja di Medsos
Komisi II mendesak Bawaslu gencarkan publikasi kinerja di media sosial selama masa non-tahapan untuk edukasi...
Komnas HAM dan PPM LVRI Dukung Amran Berantas Mafia Pangan
Komnas HAM dan PPM LVRI mendukung Menteri Pertanian Andi Amran memberantas mafia pangan untuk melindungi pet...
BRIN Uji Coba Tepung Singkong untuk Pemadaman Karhutla
BRIN bersama Polri mengkaji dan menguji tepung singkong untuk pemadaman karhutla; uji skala besar dan alat a...