Banyumas Siapkan Tari Kelana Lengger Tampil di Istana Negara
Kontingen Banyumas menyiapkan pertunjukan Tari Kelana Lengger untuk peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara. Gladi kotor telah digelar dan 125 pelaku seni dipastikan siap tampil pada prosesi penurunan bendera, kata koreografer dan pelatih Rianto pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Persiapan dan gladi kotor
Tim seni Banyumas menggelar gladi kotor sebagai bagian dari rangkaian latihan akhir. Latihan ini menegaskan kesiapan teknis dan sinkronisasi para penari yang berjumlah 125 orang. Penampilan dijadwalkan berlangsung saat upacara penurunan bendera pada puncak peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara.
"Gladi kotor dan persiapan tari Kelana Lengger sudah dari awal. Kami 125 orang dalam kesenian. Rencananya akan tampil pada penurunan bendera dalam peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara,"
Tema dan makna pertunjukan
Tari Kelana Lengger yang dibawakan mengangkat tema perjalanan kesenian Lengger. Pertunjukan dirancang untuk menggambarkan dinamika seni tersebut dari masa ke masa. Konsep ini menonjolkan transformasi Lengger sebagai salah satu bentuk hiburan masyarakat yang terus berubah seiring waktu.
"Lengger yang pada perkembangannya menjadi salah satu bentuk hiburan masyarakat. Ini terus mengalami perubahan seiring berjalannya waktu,"
Fokus pada regenerasi dan keberlanjutan
Rianto menekankan kekhawatiran terhadap kelangsungan kesenian tradisional di tengah arus globalisasi. Untuk itu, regenerasi menjadi perhatian utama dalam penggarapan Kelana Lengger. Penari dari beragam usia dilibatkan agar tradisi terus hidup.
"Kita angkat generasi muda ini untuk pelaku seninya. Jadi dari anak SMA sampai dewasa hadir penarinya,"
Penyesuaian untuk penampilan di Istana
Penampilan di Istana Negara menuntut penyesuaian tata busana dan unsur panggung. Para penampil diwajibkan mengenakan pakaian rapi namun tetap membawa identitas daerah masing-masing. Selain itu, sejumlah unsur tari disesuaikan agar sesuai konteks resmi acara.
"Penyesuaian juga dilakukan pada sejumlah unsur tari, termasuk properti kuda kepang. Kuda kepang yang digunakan dipilih dengan mempertimbangkan kemampuan untuk dikuasai penari perempuan,"
Penataan properti dan kostum yang cermat diharapkan menjaga citra tradisi sekaligus memenuhi standar protokol di Istana. Dengan latihan intensif dan keterlibatan lintas generasi, kontingen Banyumas berharap pertunjukan Kelana Lengger dapat menjadi representasi kebudayaan yang berdaya dan bermakna saat momen kenegaraan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...