Kediri Pastikan Solar Subsidi dan Bangun 380 Sumur Submersible
Pemerintah Kabupaten Kediri memperkuat antisipasi musim kemarau dengan memastikan ketersediaan solar subsidi untuk petani dan mempercepat program listrik masuk sawah melalui pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible. Langkah ini diambil untuk menjaga pasokan air irigasi dan mempertahankan produktivitas pertanian menjelang musim kering.
Penyediaan solar subsidi untuk operasional pertanian
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan pemerintah daerah berkoordinasi intens dengan pihak terkait untuk menjamin pasokan solar subsidi. Koordinasi difokuskan agar operasional pompa air dan alat mesin pertanian (Alsintan) tetap berjalan selama kemarau.
Upaya itu meliputi pemantauan stok dan distribusi agar subsidi tepat sasaran. Pemerintah daerah juga menekan biaya produksi petani melalui ketersediaan bahan bakar yang memadai.
Kemudahan administrasi pengambilan subsidi
Untuk mempercepat akses, Pemkab memangkas birokrasi rekomendasi pembelian BBM subsidi. Kini petani cukup melapor ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), yang akan mengurus seluruh proses administrasi hingga penerbitan barcode pembelian solar.
"Rekom dari kami, hari itu juga kita kirim ke PPL untuk dicetak dan dikirimkan ke petani. Jadi sehari mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi,"
Meski proses dipermudah, pengawasan tetap diperketat. Penggunaan BBM subsidi dibatasi untuk kebutuhan pompa air dan operasional Alsintan agar tidak disalahgunakan.
Pembangunan sumur submersible dan percepatan listrik
Pemkab mempercepat pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible yang didanai oleh pemerintah pusat dan daerah. Fasilitas ini ditujukan untuk memperkuat pasokan air irigasi di lahan pertanian rawan kekeringan.
Koordinasi dengan PLN terus ditingkatkan agar jaringan listrik untuk mengoperasikan sumur submersible segera tersedia. Prioritas pasokan listrik diharapkan mempercepat manfaat program bagi kelompok tani di berbagai wilayah.
Bantuan benih dan alat mesin pertanian
Sebagai bagian dari paket mitigasi, tahun ini Pemkab menyalurkan 200 ton benih jagung untuk lahan seluas 13.300 hektare. Selain benih, pemerintah daerah menyiapkan penyaluran bantuan Alsintan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan.
"Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,"
Program terpadu ini bertujuan menjaga ketersediaan air dan menekan biaya produksi petani di tengah ancaman kemarau panjang. Implementasi secepat mungkin akan menentukan seberapa efektif langkah-langkah tersebut menjaga produksi pertanian daerah ke depan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Bojonegoro Lantik 1.108 Pengurus Ranting
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro melantik 1.108 pengurus Ranting dan Anak Ranting pada 22 Agustus 2026, memperk...
Amin Thohari Soroti Penurunan APBD 2027 dan Dorong Kemandirian Pangan
Amin Thohari gelar reses di Desa Babad; sorotan pada penurunan APBD 2027, kemandirian pangan, dan perbaikan...
Ansari Dorong Penguatan Ruang Aman Perempuan di Pamekasan
Ansari mendorong penguatan ruang aman bagi perempuan di Pamekasan lewat dialog, edukasi, dan kolaborasi lint...
DPRD Dukung Perubahan Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep dukung perubahan nama jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan untuk perkua...
BKN Trenggalek Mayoritas Generasi Z, FJTT 2026 Siap Digelar
BKN Trenggalek dikukuhkan 22 Agustus 2026 dengan pengurus mayoritas generasi Z; Trenggalek siapkan FJTT 2026...
Mayoritas Generasi Z Pimpin BKN Trenggalek, Siap Gelar FJTT 2026
DPC PDI Perjuangan Trenggalek mengukuhkan BKN mayoritas pengurus generasi Z dan siapkan Festival Jaranan Ter...