IHSG Menguat di Jeda Siang 7 Juli, Berada di Level 5.943,53
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada jeda siang perdagangan Selasa, 7 Juli 2026, naik 0,46% atau 27,462 poin ke level 5.943,53. Indeks sempat mencapai tertinggi 5.954,35 dan terendah 5.890,44, setelah dibuka lebih tinggi di 5.933,57.
Pergerakan intraday dan data transaksi
Pada awal sesi IHSG berada di atas penutupan sebelumnya dengan kenaikan 17,5 poin atau 0,3%. Volume perdagangan tercatat masih tipis dibanding rata-rata historis.
Phintraco Sekuritas mencatat total volume transaksi lebih dari 19,6 miliar saham dengan nilai sekitar Rp9,4 triliun. Angka ini masih di bawah rata-rata harian yang mencapai lebih dari 41 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp24 triliun.
Analisis teknikal dan sentimen pasar
Secara teknikal, analis menilai IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000. Namun, peluang tersebut berjalan di tengah kondisi likuiditas yang terbatas.
Secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000, kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Penyebab volume rendah
Beberapa faktor disebut menyebabkan aktivitas perdagangan relatif sepi. Di antaranya:
- Dominasi investor domestik sehingga pelaku pasar cenderung wait and see.
- Banyaknya penawaran umum perdana saham (IPO) yang menyerap perhatian dan modal.
- Musim liburan sekolah dan berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang mengalihkan fokus investor ritel.
Dampak kebijakan fiskal
Di sisi fundamental, proyeksi pengurangan anggaran program Makan Bergizi Gratis untuk 2027 dinilai bisa mengurangi tekanan pada APBN. Proyeksi ini dinilai berpotensi memberikan sentimen positif ke pasar.
Hal ini akan direspons positif oleh pasar, kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Proyeksi pengurangan anggaran tersebut sebelumnya disampaikan Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, yang memperkirakan kebutuhan anggaran MBG 2027 turun menjadi Rp174 triliun dari sebelumnya Rp268 triliun.
Prospek ke depan
Meskipun likuiditas masih terbatas, kombinasi sentimen teknikal dan prospek fiskal dapat mendorong IHSG menguji level 6.000 dalam beberapa waktu ke depan. Namun pelaku pasar dinilai akan tetap menunggu katalis yang lebih kuat sebelum meningkatkan aktivitas.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Pagelaran Sabang Merauke Suguhkan Pesona Budaya dan Tokoh Srikandi
Pagelaran Sabang Merauke "Hikayat Srikandi Nusantara" memukau di GBK dengan 387 penari, peran Raisa dan baza...
Harga Emas Pegadaian Naik: Galeri24 & UBS Menguat 22 Agustus 2026
Harga emas Pegadaian menguat per 22 Agustus 2026; Galeri24 naik Rp11.000/gram ke Rp2.710.000 dan UBS naik Rp...
LPDB Dorong Lurik Prasojo Naik Kelas dari Klaten
LPDB Koperasi biayai Koperasi Aji Tera untuk kembangkan Lurik Prasojo agar naik kelas, memperkuat kapasitas,...
MG Bawa MGS5 EV dan ZS Hybrid+ di BNI wondrX 2026
MG pamerkan MGS5 EV dan ZS Hybrid+ di BNI wondrX 2026, tawarkan harga promo, test drive, dan garansi panjang...
Harga Emas Antam Naik Rp15.000 per Gram pada 22 Agustus 2026
Harga emas Antam naik Rp15.000 per gram pada Sabtu, 22 Agustus 2026; harga 1 gram tercatat Rp2.740.000 dan b...
BRI Life Raih 6 Penghargaan di TADEA AAJI 2026
BRI Life meraih enam penghargaan TADEA AAJI 2026 di Surabaya, mengukuhkan kinerja tenaga penjualan dan kanal...