ESA Kembangkan Invictus: Pesawat Hipersonik Mach 5
Badan Antariksa Eropa (ESA) bekerja sama dengan perusahaan Inggris Frazer-Nash sedang mengembangkan pesawat uji hipersonik bernama Invictus yang ditargetkan mampu mencapai kecepatan Mach 5. Pengembangan ini bertujuan menguji teknologi pesawat antariksa yang dapat digunakan kembali, mempercepat peluncuran satelit, dan membuka potensi perjalanan udara supercepat seperti rute London–Sydney sekitar tiga jam.
Rencana desain dan kinerja
Invictus dirancang lepas landas seperti pesawat konvensional dan kemudian menanjak hingga sekitar 80.000 kaki menuju batas atmosfer. Kendaraan eksperimental ini ditujukan untuk melaju hingga Mach 5, atau lima kali kecepatan suara, sesuai target pengembang.
Kegunaan dan potensi aplikasi
Proyek ini bukan sekadar demonstrator kecepatan. Pada tahap awal, Invictus diposisikan sebagai wahana uji teknologi reusable spaceplane yang dapat menyokong beberapa fungsi:
- Uji coba sistem peluncuran satelit yang lebih fleksibel dibanding roket vertikal.
- Dukungan pengembangan sistem pertahanan berkecepatan tinggi.
- Potensi membuka rute penerbangan antarbenua dengan durasi jauh lebih singkat, meski Invictus belum dirancang sebagai pesawat penumpang.
Tantangan teknis
Pengembangan pesawat hipersonik menghadapi hambatan teknis besar. Pada kecepatan tinggi, badan pesawat terkena panas ekstrem akibat gesekan udara dan gelombang kejut. Kondisi ini menuntut mesin mampu mengompresi udara, membakar bahan bakar, dan beroperasi stabil dalam suhu sangat tinggi.
Solusi propulsi yang diusulkan
Untuk mengatasi masalah suhu dan kinerja mesin, ESA mengembangkan sistem propulsi berbahan bakar hidrogen yang memanfaatkan teknologi precooled air-breathing engine. Teknologi ini dirancang mendinginkan udara panas dalam hitungan sepersekian detik sebelum masuk ke ruang bakar mesin, sehingga menjaga efisiensi dan stabilitas operasi pada kecepatan hipersonik.
Alternatif untuk peluncuran konvensional
Sistem peluncuran horizontal yang dapat digunakan kembali seperti yang diuji lewat Invictus dinilai berpotensi menjadi alternatif untuk roket vertikal. Roket tradisional membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar dan fasilitas peluncuran yang kompleks, sementara pendekatan horizontal dapat menawarkan fleksibilitas operasional.
Meski menjanjikan, realisasi pesawat hipersonik komersial atau operasional masih memerlukan perjalanan panjang pada aspek teknis, keselamatan, dan regulasi. Pengujian Invictus akan menjadi langkah penting untuk menilai kelayakan teknologi ini dan potensi aplikasinya di masa depan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Uji Metode Hadapi Tetesan Air Superdingin di Awan
NASA menguji metode baru di Icing Research Tunnel untuk memahami dan mengatasi bahaya pembentukan es dari te...
HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Segmen Laptop Terjangkau
HP OmniBook 5 diluncurkan 5 Oktober 2026 dan menantang MacBook Neo lewat layar OLED, pilihan prosesor, dan k...
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...
Pakar: Bahaya Autonomous Learning, Redesign Jadi Solusi
Teddy Mantoro memperingatkan bahaya autonomous learning pada AI dan mendorong redesign sistem, termasuk pend...
NASA Uji Cat Khusus Pemetaan Aliran Udara Sayap
NASA uji cat sensitif tekanan pada model sayap di Transonic Dynamics Tunnel untuk memetakan aliran udara dan...