'Wonderwall' Jadi Anthem Tak Resmi Inggris di Piala Dunia 2026
'Wonderwall' karya Oasis kini menjadi anthem tidak resmi bagi timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Lagu itu rutin dinyanyikan suporter setiap kali The Three Lions meraih kemenangan, sejak fase grup dan khususnya setelah laga melawan Kroasia.
Bagaimana 'Wonderwall' menjadi lagu kemenangan
Tradisi ini bermula saat kemenangan Inggris atas Kroasia, ketika lagu itu diputar di stadion dan langsung disambut ribuan pendukung yang kompak bernyanyi. Sejak momen tersebut, 'Wonderwall' terus mengiringi perayaan kemenangan tim asuhan Thomas Tuchel.
Sebelum turnamen, pihak berwenang meminta setiap negara mengajukan daftar lagu yang boleh diputar saat tim menang. Inggris mengirim beberapa judul, termasuk Sweet Caroline, Hey Jude, dan 'Wonderwall'. Pilihan itu akhirnya mengerucut karena respons emosional para pendukung.
Reaksi pemain dan momen emosional
Kapten Inggris, Harry Kane, menyebut nyanyian suporter sebagai salah satu kenangan favoritnya di turnamen. Bagi Kane, lagu itu merefleksikan hubungan emosional kuat antara pemain dan pendukung.
"Yang paling saya rasakan adalah hubungan emosional dengan para suporter. Kami tahu betapa besar arti tim ini bagi mereka."
Video yang menampilkan ekspresi haru Kane saat mendengar nyanyian 'Wonderwall' tersebar luas di media sosial, memperkuat citra momen tersebut sebagai bagian dari perjalanan tim di Piala Dunia.
Respons dari Oasis
Personel Oasis juga memberi respon atas kebangkitan lagu itu. Noel Gallagher menyebut fenomena ini sebagai momen istimewa yang mempertemukan publik dan pemain melalui lagu yang telah melekat di kultur Inggris.
"Saya pikir itu adalah momen yang luar biasa. Lagu itu milik rakyat, dan menjadi momen ajaib antara rakyat dan para pemain."
Sementara itu, Liam Gallagher menanggapi meningkatnya popularitas lagu tersebut selama turnamen. Menurut laporan, platform streaming mencatat lonjakan sekitar 50 persen dalam jumlah pemutaran lagu ini di Inggris.
"Memang sudah seharusnya begitu. Ini lagu klasik yang luar biasa, dan suara saya terdengar seperti Biblical dalam lagu itu."
Tradisi lagu kemenangan internasional
Fenomena ini bukan unik bagi Inggris. Negara lain juga menggunakan lagu ikonik sebagai simbol kemenangan. Misalnya, beberapa tim memilih lagu kebangsaan populer atau lagu yang punya resonansi emosional di antara suporter mereka.
- Inggris: pilihan termasuk Sweet Caroline, Hey Jude, dan 'Wonderwall'
- Negara lain memakai lagu yang mengikat identitas suporter dan tim mereka
Dengan setiap peluit akhir yang menandai kemenangan Inggris, ribuan suporter kembali menyanyikan 'Wonderwall'. Lagu yang dirilis pada 1995 itu kini menjadi bagian penting dari cerita perjalanan The Three Lions dalam perburuan trofi Piala Dunia.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Fajar/Fikri Tersingkir di Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026
Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri kalah 19-21, 16-21 dari Lee/Yang dan tersingkir di perempat final Kejuaraan D...
KONI: Domino Wajib Ekshibisi di PON 2028 sebelum Bidik PON 2032
KONI minta Domino jalani ekshibisi pada PON XXII/2028 NTT-NTB sebagai syarat evaluasi sebelum bisa dipertand...
Alcaraz Siap Tampil di US Open 2026 Setelah Cedera
Carlos Alcaraz dipastikan kembali ke US Open 2026 setelah absen empat bulan akibat cedera pergelangan tangan...
Ana/Trias Terhenti di Perempat Final BWF 2026 Usai Kalah 11-21, 11-21
Ana/Trias tersingkir di perempat final BWF 2026 setelah kalah 11-21, 11-21 dari unggulan 3 Baek/Lee. Kedua p...
Rachel/Febi Gugur di Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026
Rachel/Febi kalah 13-21, 14-21 dari Li Yi Jing/Luo Xu Min dan tersingkir di perempat final Kejuaraan Dunia B...
Amri/Nita Lolos Semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026
Amri Syahnawi/Nita Violina melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah kalahkan pasangan Chinese Ta...