Tuchel Soroti Penangguhan Sanksi Balogun oleh FIFA
Thomas Tuchel, pelatih timnas Inggris, mempertanyakan keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, sehingga pemain itu dapat tampil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Azteca Stadium, Minggu 5 Juli 2026.
FIFA menangguhkan larangan satu pertandingan
FIFA menerapkan Pasal 27 dalam Kode Disiplin untuk menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan yang semula dijatuhkan kepada Balogun. Akibatnya, Balogun tetap bermain saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar.
Reaksi Tuchel dan pertanyaan soal otoritas
Tuchel mengatakan sejak awal ia tidak sepenuhnya setuju dengan kartu merah yang diterima Balogun. Meski demikian, ia menilai keputusan wasit setelah pemeriksaan VAR seharusnya dihormati sampai ada penjelasan resmi.
Menurut saya itu bukan kartu merah. Tetapi VAR sudah memeriksanya dan wasit sudah mengambil keputusan.
Tuchel kemudian mempertanyakan siapa yang memiliki wewenang mengubah keputusan setelah pertandingan usai. Ia meminta penjelasan tentang proses dan dasar hukum yang dipakai FIFA untuk menangguhkan sanksi tersebut.
Siapa yang membatalkan keputusan itu, kapan dilakukan, dan berdasarkan apa? Bagi saya situasi ini terasa aneh.
Kekhawatiran soal konsistensi penerapan aturan
Pelatih asal Jerman ini menekankan bahwa semua tim mengharapkan penerapan aturan yang konsisten selama turnamen. Ia memperingatkan bahwa penangguhan sanksi bisa menimbulkan perdebatan baru jika tidak ada batasan jelas dalam prosesnya.
Kalau begitu, apakah kartu kuning Declan Rice atau Michael Olise juga bisa dibatalkan? Di mana batasnya?
Komentar ringan soal Donald Trump
Selain mengangkat persoalan regulasi, Tuchel juga menanggapi berita bahwa Donald Trump memuji Harry Kane setelah Inggris mengalahkan Meksiko. Saat disinggung apakah Kane bisa meminta bantuan Trump untuk membatalkan kartu merah Jarell Quansah, Tuchel bercanda namun tetap menyorot inti masalah.
Mungkin saja. Itu bisa menjadi awal yang bagus.
Permintaan klarifikasi resmi
Tuchel mengaku belum mengetahui rinci aturan yang digunakan FIFA dalam kasus ini. Ia memilih menunggu penjelasan resmi agar batasan dan mekanisme perubahan keputusan disiplin menjadi jelas bagi semua pihak.
Di mana semuanya dimulai dan di mana batas akhirnya? Itulah pertanyaan yang ingin saya ketahui jawabannya.
Kasus penangguhan sanksi Balogun membuka perdebatan lebih luas tentang mekanisme disiplin di turnamen besar. Publik dan tim-tim lain kini menunggu penjelasan resmi dari FIFA untuk mencegah ketidakpastian serupa pada laga berikutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Daryz Juara Prix de l'Arc de Triomphe 2026 untuk Kedua Kali
Daryz dan joki Mickael Barzalona mempertahankan gelar Prix de l'Arc 2026 di ParisLongchamp pada 4 Oktober, j...
Chanathip Puji Perkembangan Timnas Indonesia Jelang Final
Kapten Thailand Chanathip memuji perkembangan Timnas Indonesia menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK,...
Indonesia vs Thailand: Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK — laga pen...
Barcelona Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Raphinha, Espart, Bernal
Barcelona memulai perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Raphinha, Xavi Espart, dan Marc Bernal sebagai b...
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...