Olahraga

Fredrik Suhendri Satu-satunya Pemenang Indonesia di Asian Boxing 2026

Bagikan:
Fredrik Suhendri merayakan kemenangan di ring Basket Hall GBK Senayan Asian Boxing 2026

Empat petinju Indonesia turun di hari kedua Asian Boxing U19 & U23 Championships, Senin 6 Juli 2026, di Basket Hall GBK Senayan, Jakarta. Hanya satu yang meraih kemenangan, sementara tiga lainnya kalah dari lawan-lawan tangguh.

Hasil pertandingan dan skor

Fredrik Suhendri menjadi pencetak poin positif untuk tim Indonesia pada hari itu. Tiga petinju lain, yakni Mars de Volta, Marion Manuesa Simorangki, dan Laskar Putra, masing-masing kalah dalam pertandingan yang berakhir lewat keputusan juri atau dihentikan wasit.

KelasPetinju IndonesiaLawan (Negara)WasitKeputusanSkor Juri
60kg PutraMars de VoltaYazan Alghamdi (Arab Saudi)-Kalah 0-528:29, 28:29, 27:30, 27:30, 28:29
54kg PutriMarion Manuesa SimorangkiKorin Kokufu (Jepang)Moushine Soulimi (Maroko)Kalah 0-527:30, 28:29, 27:30, 28:29, 28:29
50kg PutraFredrik Suhendri AmpageHans Harris Mohamed Yusra (Singapura)Ferrales Ponce Juan Manuel (Kuba)Menang 5-029:28, 29:28, 30:27, 29:28, 29:28
65kg PutraLaskar PutraMark Ashley Fajardo (Filipina)Artur Elizbaryan (Georgia)Menang lawan via RSCDihentikan Ronde 1, 2:27

Ringkasan pertandingan

Mars de Volta naik ring penuh percaya diri tetapi kewalahan meladeni serangan Yazan Alghamdi. Keputusan juri 5-0 memastikan langkah Mars terhenti tanpa perlawanan juri yang memihak.

Di kelas bantam putri, Marion Manuesa gagal menandingi akselerasi dan kontrol jarak Korin Kokufu. Wasit Moushine Soulimi dari Maroko mencatat dominasi Kokufu sepanjang pertarungan, sehingga Marion tak mampu membalikkan keadaan.

Satu-satunya kebanggaan Indonesia datang dari Fredrik Suhendri. Fredrik bermain agresif dan konsisten, sehingga juri memberi kemenangan mutlak 5-0. Wasit pertandingan adalah Ferrales Ponce Juan Manuel dari Kuba.

Sementara Laskar Putra mengalami kekalahan paling dramatis. Wasit Artur Elizbaryan menghentikan laga di ronde pertama menit ke-2:27 demi keselamatan petinju, sehingga Mark Ashley Fajardo dinyatakan pemenang melalui RSC (Referee Stops Contest).

Implikasi dan langkah selanjutnya

Hasil hari kedua menunjukkan perlunya evaluasi teknis bagi tim Indonesia. Meski hanya satu kemenangan tercatat, kompetisi tetap memberi pengalaman berharga bagi para petinju muda. Kejuaraan masih berlanjut dan tim diharapkan memperbaiki strategi agar peluang meraih medali tetap terbuka.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait