Rodri Minta Maaf Usai Bentrok dengan Bernardo Silva
Gelandang Spanyol Rodri meminta maaf setelah terlibat perseteruan dengan Bernardo Silva dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Portugal. Insiden terjadi pada masa injury time, setelah sundulan Silva melambung dan peluang Portugal untuk menyamakan skor hilang. Spanyol menang 1-0 dan melaju ke perempat final.
Insiden di akhir pertandingan
Ketegangan bermula ketika Bernardo Silva menyundul bola yang mengarah ke gawang tetapi melebar di atas mistar. Seusai peluang itu gagal, Rodri merayakan tepat di depan Silva dan terlihat menyentuh kepala mantan rekan setimnya.
Silva bereaksi dengan menunjuk Rodri, lalu keduanya terlibat adu mulut singkat. Beberapa pemain dari kedua tim segera turun tangan untuk melerai agar situasi tidak berubah menjadi keributan fisik.
Reaksi dan permintaan maaf Rodri
Video pertengkaran itu cepat menyebar di media sosial dan memicu perhatian penggemar. Banyak yang menyayangkan insiden mengingat keduanya pernah menjadi tandem di satu klub selama beberapa musim.
Usai pertandingan pada 7 Juli 2026, Rodri mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Saya meminta maaf kepada Bernardo. Saya merayakan peluang yang dia lewatkan di akhir pertandingan. Itu adalah kesalahan saya," kata Rodri usai laga pada 7 Juli 2026.
Rodri juga mengaku emosinya sempat menguasai dirinya pada momen krusial tersebut. Ia berharap kejadian itu tidak merusak hubungan baik yang telah terjalin antara keduanya selama bertahun-tahun.
Latar belakang hubungan dan dampak
Rodri dan Bernardo Silva pernah bermain bersama selama tujuh musim di Manchester City. Kebersamaan itu berakhir ketika Silva meninggalkan klub sebagai pemain bebas transfer dan bergabung dengan Real Madrid.
Meskipun insiden memicu reaksi di media sosial, hasil pertandingan tetap menjadi fokus utama: Spanyol menang 1-0 dan memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026. Kedua pemain kemungkinan akan menghadapi sorotan lebih besar pada sesi latihan dan pertandingan berikutnya, sementara pihak tim diharapkan menengahi jika hubungan profesional perlu pemulihan.
Insiden ini menjadi pengingat bagaimana emosi dapat mempengaruhi momen krusial di lapangan, meski dua pemain memiliki sejarah panjang sebagai rekan satu tim.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Bellingham: Kane Kian Membaik dan Pemain Inggris Terbaik
Jude Bellingham memuji Harry Kane usai cap ke-125; Kane cetak dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Ceko dan din...
Harry Kane Samai Rekor 125 Caps Peter Shilton
Harry Kane samai rekor 125 caps Peter Shilton usai mencetak dua gol dan satu assist pada kemenangan 3-0 Ingg...
Messi Siap Jalani Laga Terakhir bersama Argentina
Lionel Messi bakal menjalani penampilan terakhirnya bersama Argentina melawan Benin, Rabu 7 Oktober 2026 di...
Raphinha Perpanjang Kontrak dengan Barcelona hingga 2030
Raphinha resmi memperpanjang kontrak bersama Barcelona hingga Juni 2030 setelah kesepakatan diselesaikan ole...
Son Heung-min Jadi Raja Gol Korsel dengan 59 Gol
Son Heung-min kini menjadi pencetak gol terbanyak Korea Selatan dengan 59 gol setelah menambah dua gol kontr...
Timnas Juara FIFA ASEAN Cup, Kini Fokus Piala Asia dan Piala Dunia
Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang adu penalti atas Thailand; kini fokus ke Piala Asi...