Ambulans Relawan Dorong Tandu hingga Bukit Antarkan Pasien Kanker di Jember
Ambulans relawan memecah sunyi pagi di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Jember, Senin 6 Juli 2026, untuk menjemput pasien bernama Holimatus Sakdiyah yang menderita tumor dan kanker leher. Kendaraan tidak dapat menjangkau rumah bambu di atas bukit karena jalan sempit dan menanjak, sehingga tandu harus didorong secara manual sejauh sekitar 50 meter.
Medan berat menguji layanan kesehatan
Jalan menuju rumah pasien berupa tanjakan curam dan permukaan berbatu, membuat ambulans berhenti di bawah bukit. Relawan kemudian mendorong tandu beroda menaiki jalan tanah hingga ke rumah sederhana berdinding anyaman bambu.
Di dalam rumah itu, Holimatus hanya mampu berkomunikasi melalui kedipan mata karena kondisi yang melemah. Kondisi ini menggambarkan tantangan akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
Peran relawan Baguna dalam pelayanan gratis
Tiga unit ambulans milik Baguna PDI Perjuangan Kabupaten Jember rutin mengantar warga ke rumah sakit tanpa pungutan. Relawan yang turun tangan antara lain Wakil Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial DPC PDI Perjuangan Jember, Yuyun Eka Diana, dan Wakil Komandan Satgas, Samsul, yang membantu mendorong tandu.
Pasien hanya bisa berkomunikasi dengan mengedipkan mata. Untuk bicara dan bergerak sudah tidak mampu.
- Yuyun Eka Diana
Yuyun menyatakan bahwa prioritas mereka adalah pelayanan, dan tidak ada biaya kepada masyarakat. Relawan bahkan sering menahan lapar karena tahu keluarga pasien tidak punya uang untuk bekal perjalanan ke rumah sakit.
Wajah kemiskinan dan dampaknya
Dalam perjalanan dari desa-desa terpencil, relawan kerap menemukan faktor sosial yang memperburuk kondisi kesehatan, termasuk ketidaktersediaan jaminan kesehatan dan keterbatasan finansial keluarga pasien.
Situasi ini membuat pelayanan medis menjadi lebih dari sekadar transportasi. Relawan menekankan pentingnya keberlanjutan akses, dari menurunkan ambulans hingga mendorong tandu manual di medan yang tidak bisa dilalui roda.
Pesan dan prospek
Kasus Holimatus menyoroti kebutuhan peningkatan akses layanan kesehatan di wilayah berbukit dan jalan sempit. Meski ambulans menjadi solusi, tantangan logistik dan kondisi sosial tetap membutuhkan perhatian kebijakan dan dukungan komunitas.
Relawan berkomitmen melanjutkan pelayanan gratis itu sejauh diperlukan, agar warga pelosok tetap menerima penanganan medis, walau harus ditempuh dengan cara tradisional dan tenaga manusia.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Jatim Desak Proses Cepat Kasus Guru Diduga Cabuli Murid
DPRD Jatim desak proses cepat dan transparan setelah sembilan siswi di Kangean lapor dugaan asusila oleh gur...
Armuji Tegaskan: Kader PDIP Surabaya Dilarang Main Proyek
Armuji mengingatkan kader PDIP Surabaya agar tidak bermain proyek, menarik uang, atau menjanjikan pekerjaan;...
Blumbang Gedhe Jadi Destinasi Wisata Baru, Penataan Dimulai Awal 2027
Pemkab Blitar menata Blumbang Gedhe di Desa Soso sebagai destinasi wisata baru mulai awal 2027, dengan melib...
PDI Perjuangan Sampang Distribusikan Air dan Gelar Salat Istisqa
DPC PDI Perjuangan Sampang mendistribusikan air bersih dan menggelar salat Istisqa di Desa Labuhan, Sreseh,...
BUMDes dan Koperasi Tani Didorong Jadi Kunci Atasi Kemiskinan Tuban
Ony Setiwan mendorong optimalisasi BUMDes dan koperasi tani di Tuban untuk tingkatkan pendapatan desa dan ku...
Optimalkan BUMDes dan Koperasi, Ony Dorong Pengentasan Kemiskinan Tuban
Ony Setiwan minta optimalisasi BUMDes, koperasi tani, infrastruktur, dan akses pembiayaan untuk entaskan kem...