Tambang Diminta Jaga Pasokan dan Fiskal Menjelang 2026
Menjelang semester II-2026, pemerintah dan perusahaan tambang diminta menjaga pasokan domestik, menata produksi, serta mempertahankan setoran negara. Permintaan itu muncul seiring kebijakan penataan produksi dan kewajiban pemenuhan pasar dalam negeri yang memengaruhi ritme operasional dan rencana ekspor perusahaan.
Penyesuaian operasional tambang
Komisaris PT Andalan Artha Primanusa, Ivan Victor Salim, menyatakan perusahaan harus menghitung ulang jadwal kerja, kapasitas alat, kontrak jasa, dan biaya logistik. Penyesuaian ini diperlukan agar produksi tidak menekan harga saat pasar global melemah.
DMO (Domestic Market Obligation) membuat pasokan domestik lebih terukur. Industri dan kelistrikan punya kepastian bahan bakar, sementara pelaku usaha tetap bisa menghitung ruang ekspor dan rencana produksi dengan lebih tertib.
Ivan menambahkan bahwa target produksi kini masuk ke detail operasional harian: berapa alat yang beroperasi, volume material yang dipindahkan, kapasitas angkut, dan batas wajar biaya. Pilihan mitra kerja juga berubah; disiplin jadwal dan kepatuhan menjadi nilai tambah jasa pertambangan.
Dalam situasi harga yang bergerak dan produksi yang mulai ditata, perusahaan tambang akan memilih mitra kerja yang lebih disiplin. Keunggulan jasa pertambangan tidak lagi hanya soal kapasitas alat, tetapi juga ketepatan jadwal, keselamatan, dan kepatuhan.
Peran DMO dan kebijakan pemerintah
DMO tetap diposisikan sebagai instrumen utama untuk menjaga ketersediaan bahan bakar bagi industri dan kelistrikan. Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, mulai menata ulang produksi batubara untuk 2026 dengan target produksi yang lebih moderat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan produksi batubara akan diturunkan menuju sekitar 600 juta ton pada 2026. Tujuannya, menurut penjelasan kementerian, adalah memperbaiki harga dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Data kinerja 2025
Laporan 2025 memperlihatkan kontribusi subsektor minerba terhadap penerimaan negara dan investasi. Angka-angka kunci tercatat sebagai berikut:
| Indikator | Realisasi 2025 |
|---|---|
| PNBP subsektor mineral dan batubara | Rp130,2 triliun |
| Pemenuhan kebutuhan batubara domestik | 246,88 juta ton |
| Investasi subsektor minerba | US$7,00813 miliar (≈221% dari target) |
Dampak bagi industri dan fiskal
Penataan produksi dan pelaksanaan DMO memberi kepastian pasokan bagi industri listrik dan manufaktur. Namun, kebijakan ini juga memaksa perusahaan menilai ulang ruang ekspor dan margin keuntungan.
Pemerintah harus menjaga harga, pasokan domestik, dan kelangsungan produksi. Ketika harga batubara global melemah, produksi yang terlalu besar dapat menambah tekanan.
Secara fiskal, realisasi PNBP dan investasi menunjukkan bahwa sektor tambang masih menjadi sumber penting penerimaan negara. Penurunan produksi yang terukur diharapkan memperbaiki harga tanpa mengorbankan kontribusi fiskal jangka panjang.
Prospek ke depan
Ke depan, perusahaan tambang diperkirakan akan semakin menekankan efisiensi operasional dan kepatuhan. Pengawasan pemenuhan DMO dan penyesuaian produksi akan menentukan keseimbangan antara kepentingan domestik dan peluang ekspor.
Perkembangan kebijakan dan respons pelaku industri dalam beberapa bulan mendatang akan menentukan apakah tujuan stabilisasi harga dan kelestarian sumber daya dapat tercapai tanpa mengurangi peran tambang bagi perekonomian.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Naik ke 5.917 pada Pembukaan 6 Juli 2026
IHSG naik 41,8 poin ke 5.917 pada pembukaan 6 Juli 2026 seiring penguatan bursa Asia dan optimisme investor...
Harga Emas Antam Stabil: 1 Gram Rp2,67 Juta pada 6 Juli 2026
Harga emas Antam stabil pada 6 Juli 2026; 1 gram Rp2,67 juta dan buyback Rp2,429 juta, menyesuaikan dinamika...
Banggar Apresiasi Kinerja DJP dan DJBC Kepulauan Riau
Banggar DPR apresiasi kinerja DJP dan DJBC Kepri; realisasi pendapatan hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp9,255...
Ekspor Batu Bara AS Naik di Q1 2026, Asia Jadi Pasar Utama
Ekspor batu bara AS naik pada Q1 2026 menjadi 23,69 juta short ton; Asia menyerap lebih dari separuh pengiri...
FIFGROUP Kampanyekan Kesetaraan Perempuan di Car Free Day Jakarta
FIFGROUP menggelar kampanye Perempuan Berperan di Car Free Day Jakarta pada 5 Juli 2026 untuk dorong kesetar...
India Jadi Pembeli Batu Bara AS Terbesar di Asia pada Kuartal I 2026
India menyerap lebih dari setengah ekspor batu bara AS ke Asia pada kuartal I 2026, dengan volume 7,46 juta...