OJK Perkuat Kolaborasi Cegah Penipuan Digital Lintas Negara
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk UNODC, untuk mencegah penipuan digital lintas negara. Langkah ini disampaikan pada Seminar On Scam di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026, sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
Kerja sama strategis OJK dan UNODC
OJK menjalin kemitraan dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) untuk meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan terhadap modus penipuan digital yang terus berkembang. Kolaborasi ini menyasar koordinasi antar lembaga, pertukaran keahlian kebijakan, dan bantuan teknis.
Dalam acara tersebut Ketua Dewan Komisioner OJK menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi sistem keuangan.
"Penipuan dapat melintasi batas negara dalam hitungan detik dengan memanfaatkan teknologi dalam skala besar. Hal ini merusak sesuatu yang jauh lebih berharga daripada uang, yaitu kepercayaan,"
— Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.
Modus dan tantangan penanganan
Friderica menyebutkan bahwa scam kini menjadi ancaman serius bagi integritas sistem keuangan. Pelaku memanfaatkan berbagai celah teknologi yang menyulitkan pelacakan dan penindakan.
Beberapa modus yang sering dipakai antara lain:
- Penggunaan rekening money mule untuk memindahkan dana.
- Eksploitasi jaringan merchant dan sub-merchant.
- Pemanfaatan sistem pembayaran digital dan aset virtual.
Data kasus dan upaya mitigasi
Berdasarkan catatan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) hingga Juni 2026, angka penipuan menunjukkan skala besar yang membutuhkan respons cepat. OJK dan mitra fokus pada pemblokiran rekening, pengamanan dana, dan pengembalian kerugian korban.
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Kasus penipuan tercatat | lebih dari 608.000 |
| Rekening diblokir | lebih dari 557.000 |
| Dana diamankan | Rp674 miliar |
| Dana dikembalikan kepada korban | hampir Rp200 miliar |
Peran UNODC dan pentingnya kepercayaan
UN Resident Coordinator di Indonesia menilai inisiatif Indonesia dan OJK menjadi penguatan penting dalam menghadapi kejahatan penipuan digital. Kolaborasi ini memungkinkan pertukaran wawasan global dan dukungan teknis.
"Setiap penipuan yang berhasil terjadi mengikis kepercayaan terhadap layanan keuangan digital dan fondasi inklusi keuangan. Karena itu, melindungi kepercayaan tersebut menjadi sangat penting,"
— Gita Sabharwal, UN Resident Coordinator in Indonesia.
Gita menambahkan bahwa transformasi digital membuka peluang besar untuk inklusi dan pertumbuhan, namun manfaat tersebut hanya terjadi jika masyarakat percaya pada sistem yang mendukungnya.
Ke depan: koordinasi dan pencegahan
OJK menegaskan perlunya kemitraan kuat antara sektor publik dan swasta untuk meningkatkan koordinasi lintas negara. Langkah konkret meliputi peningkatan kapasitas penyelidikan, sistem pelaporan yang lebih cepat, dan edukasi konsumen.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menekan angka penipuan, tetapi juga memperkuat integritas sistem keuangan digital dan menjaga kepercayaan publik ke depan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.