Ekonomi

IASC Amankan Rp674 Miliar, Rp200 Miliar Dikembalikan ke Korban

Bagikan:
Ilustrasi Indonesia Anti Scam Center mengamankan dana hasil penipuan digital

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indonesia Anti Scam Center (IASC) berhasil mengamankan Rp674 miliar dana kejahatan digital hingga Juli 2026. Dari jumlah itu, Rp200 miliar telah dikembalikan kepada korban penipuan. IASC diluncurkan pada November 2024 dan beroperasi melalui koneksi antara perbankan, sistem pembayaran, marketplace, dan aset kripto.

Data laporan dan tindakan konkret

OJK melaporkan jumlah laporan dan langkah yang diambil sejak IASC beroperasi. Angka-angka ini menunjukkan skala masalah serta respons cepat antar-pemangku kepentingan.

  • 600.000 laporan dugaan penipuan diterima IASC sejak peluncuran.
  • 500.000 rekening berhasil diblokir untuk menghentikan aliran dana.
  • Rp674 miliar dana kejahatan diamankan, dan Rp200 miliar dikembalikan ke korban.

Kolaborasi lintas sektor

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, capaian ini merupakan hasil kerja bersama banyak pihak. IASC menghubungkan bank, penyedia sistem pembayaran, marketplace, dan platform aset kripto untuk mempercepat penanganan penipuan.

Jadi ini kita launching di November 2024, dan ini merupakan suatu kolaboratif action yang sangat luar biasa, very powerful. Karena di situ terconnect semua bank dengan marketplace, misalnya sistem pembayaran, kemudian kripto, dan lain-lain

Friderica menekankan bahwa sinergi ini memungkinkan pembekuan rekening dan pelacakan aliran dana secara lebih cepat, sehingga pengembalian dana kepada korban dapat diproses.

Tantangan dan implikasi ke depan

OJK juga mengingatkan bahwa kejahatan digital berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Oleh karena itu, penanganannya memerlukan kerja sama berkelanjutan antara regulator, industri, dan lembaga lintas negara.

OJK berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar perlindungan konsumen semakin optimal dan respons terhadap penipuan digital lebih cepat serta menyeluruh.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait