Kediri Percepat Sumur Submersible dan Pastikan Solar Subsidi Petani
Pemerintah Kabupaten Kediri memperkuat antisipasi musim kemarau dengan memastikan pasokan solar subsidi, memangkas birokrasi, dan mempercepat pembangunan sumur submersible untuk menjaga produksi pertanian.
KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri mempercepat upaya mitigasi dampak musim kemarau dengan memastikan ketersediaan solar subsidi bagi petani serta mempercepat program listrik masuk sawah melalui pembangunan ratusan sumur submersible. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga pasokan air irigasi dan mempertahankan produktivitas pertanian.
Koordinasi penyediaan solar dan listrik
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan Pemkab terus berkoordinasi dengan Pertamina dan PLN untuk menjamin kebutuhan operasional petani selama musim kemarau. Koordinasi meliputi penyediaan solar subsidi untuk pompa air dan alat mesin pertanian serta percepatan jaringan listrik untuk sumur submersible.
Pemangkasan birokrasi akses BBM subsidi
Untuk mempermudah akses, Pemkab memangkas alur rekomendasi solar subsidi. Kini petani cukup melapor ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). PPL kemudian mengurus seluruh proses administrasi hingga penerbitan barcode pembelian BBM subsidi.
“Rekom dari kami, hari itu juga kita kirim ke PPL untuk dicetak dan dikirimkan ke petani. Jadi sehari mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi,”
Meski proses dipersingkat, pengawasan tetap diperketat agar penggunaan BBM subsidi sesuai peruntukan, yakni untuk pompa air dan operasional Alsintan.
Bantuan benih dan alat mesin pertanian
Pemkab juga menekan biaya produksi petani melalui bantuan input produksi. Tahun ini disalurkan 200 ton benih jagung yang mencakup lahan seluas 13.300 hektare. Selain benih, pemerintah menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan.
“Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,”
Pembangunan sumur submersible
Pemkab mempercepat pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible yang didanai oleh pemerintah pusat dan daerah. Program ini diharapkan meningkatkan ketahanan pasokan air irigasi saat kekeringan dan mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
| Program | Jumlah / Cakupan |
|---|---|
| Benih jagung | 200 ton (13.300 ha) |
| Sumur submersible | ~380 titik |
Prioritas pasokan listrik dan manfaat bagi kelompok tani
Koordinasi dengan PLN difokuskan pada prioritas pasokan listrik untuk mengoperasikan sumur submersible. Pemda berharap percepatan jaringan listrik membuat manfaat program dapat segera dirasakan kelompok-kelompok tani di berbagai wilayah.
Langkah terpadu ini — dari memastikan solar subsidi, mempermudah akses administratif, hingga pembangunan sumur submersible — bertujuan menjaga produksi pertanian dan mengurangi risiko gagal panen selama musim kemarau.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bondowoso Desak Penambahan Pos dan Armada Damkar Pasca Kebakaran
Komisi I DPRD Bondowoso minta penambahan pos dan armada Damkar pasca kebakaran Cermee 4 Juli 2026 untuk perc...
DPRD Batu Susun Kode Etik dan Tata Cara Badan Kehormatan
DPRD Kota Batu menyusun Rancangan Peraturan DPRD tentang Kode Etik dan Tata Cara Beracara Badan Kehormatan u...
Persinga Ngawi Promosi ke Liga Nusantara, Lolos Semifinal Liga 4
Ngawi â€
Satu Data RTLH Jadi Dasar Penanganan Rumah Tak Layak di Jatim
Komisi D DPRD Jatim mendorong Satu Data RTLH jadi dasar kebijakan agar bantuan rumah tak layak huni tepat sa...
Ambulans Relawan Dorong Tandu hingga Bukit Antarkan Pasien Kanker di Jember
Ambulans relawan di Jember mendorong tandu naik bukit untuk menjemput pasien kanker, mengungkap keterbatasan...
Surabaya Percepat Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Wali Kota Eri Cahyadi sebut keberhasilan pembangunan Surabaya bergantung pada sinergi birokrasi dan peran ak...