Kebakaran TPA Waringinkurung Diperkirakan Padam dalam 1–2 Hari
Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, telah memasuki hari keempat. Polisi menyatakan pemadaman masih memerlukan waktu sekitar satu sampai dua hari karena masih ada titik api yang belum padam.
Kondisi terkini
Pada Senin, 31 Agustus 2026, Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto menyampaikan bahwa upaya pemadaman masih berlangsung. Meski kobaran besar sudah hilang, titik api terbentuk di bawah tumpukan sampah sehingga memerlukan penanganan khusus.
"Masih dalam proses. Kemungkinan satu sampai dua hari baru selesai," ujar Iptu Hari Purwanto.
Ia menambahkan bahwa asap sudah mulai berkurang sejak alat berat dikerahkan. Namun api yang berada di bawah permukaan sampah masih menyisakan asap dan titik panas.
Upaya pemadaman dan alat yang dikerahkan
Petugas menurunkan beberapa unit alat berat untuk menata ulang tumpukan sampah dan membuka akses ke titik api bawah permukaan. Selain itu, telah dikerahkan unit pemadam kebakaran dan satu unit alat berat untuk membantu pemadaman.
Penggunaan ekskavator dimaksudkan untuk mengurai tumpukan sampah sehingga air dan personel pemadam dapat mencapai lokasi titik api yang sulit dijangkau.
Koordinasi dan dampak pada warga
Pihak kepolisian menyatakan tidak ada proses evakuasi warga di sekitar TPA. Koordinasi juga dilakukan dengan puskesmas setempat untuk memantau dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
"Alhamdulillah warga tidak ada masalah. Dan tidak ada yang dievakuasi. Kami sudah koordinasi dengan puskesmas juga tidak ada pasien yang berobat gara-gara asap," kata Kapolsek.
Sejak kejadian awal pada Jumat malam, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIB, upaya pemadaman fokus pada pengurangan asap dan penelusuran titik api bawah tumpukan sampah.
Prognosis dan langkah selanjutnya
Petugas menyatakan bahwa api besar kini sudah tidak ada, tetapi pemadaman menyeluruh bergantung pada kemampuan menyingkap dan mendinginkan lapisan sampah yang masih menyala di bawah permukaan. Mereka berupaya menambah alat berat bila diperlukan agar proses padam total bisa dipercepat.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada efektivitas alat berat dan kondisi cuaca yang memengaruhi penyebaran asap. Warga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat bila ada perubahan situasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...