Lokal

Kebakaran Hebat di Pabrik Sabun Evyap di KEK Sei Mangkei

Bagikan:
Kobaran api di area pabrik sabun PT Evyap di KEK Sei Mangkei

SIMALUNGUN — Kebakaran besar menghanguskan area pabrik sabun PT Evyap di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (3/9) pagi. Api masih terus dipadamkan oleh petugas hingga siang hari, sementara penyebab dan jumlah korban belum dapat dipastikan.

Situasi di lokasi dan respons awal

Kapolsek Bosar Maligas, Iptu Sony Silalahi, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang berada di lokasi kejadian.

"Kejadiannya tadi pagi. Saat ini kami sedang berada di lokasi. Api belum sepenuhnya padam. Sejauh ini kami belum dapat memberikan keterangan terkait kejadian ini,"

Beberapa unit mobil pemadam dikerahkan dari wilayah sekitar, termasuk dari Perdagangan, Bosar Maligas, Siantar, dan Batubara. Para petugas masih bekerja ekstra untuk menguasai kobaran api yang luas di area pabrik.

Rekaman video dan kondisi pekerja

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api melahap bangunan pabrik. Dalam beberapa cuplikan terlihat pula diduga pekerja yang melompat dari ketinggian untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut memicu kepanikan di lokasi, namun detail terkait evakuasi, jumlah pekerja yang terdampak, dan kemungkinan korban masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Informasi yang belum dipastikan

Sampai laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai sumber api, estimasi kerugian, atau adanya korban jiwa. Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran masih fokus pada proses pemadaman dan pemeriksaan awal di lokasi.

Dampak dan langkah selanjutnya

Kebakaran di kawasan industri seperti KEK Sei Mangkei berpotensi menimbulkan gangguan operasional dan ekonomi di area sekitar. Selanjutnya, aparat berwenang kemungkinan akan melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab kebakaran dan menilai kerusakan.

Tim pemadam akan terus bekerja hingga api benar-benar padam, setelah itu proses penyelidikan dan penanganan lanjutan dapat dimulai.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait