Menhut: Indonesia Yakin Dampak Karhutla Akibat El Nino Tertangani
Menteri Kehutanan Raja Juli AntoniEl Nino Godzila. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. Ia mengutip data penurunan luas terbakar dalam beberapa periode sebagai alasan optimisme.
Tren luas kebakaran sejak 2015
Raja Juli menunjukkan data historis yang menjadi dasar keyakinannya. Menurutnya, luasan karhutla mengalami penurunan dari puncak beberapa tahun lalu hingga lebih terkendali pada periode terakhir.
| Tahun | Luas Terbakar (hektare) |
|---|---|
| 2015 | 2.600.000 |
| 2019 (sekitar 4 tahun kemudian) | 2.100.000 |
| 2023 | 1.100.000 |
| 2024 (tahun lalu) | 350.000-an |
Sebagai bangsa kita patut gembira, dari tahun 2015, itu 2,6 juta hektare, kemudian 4 tahun kemudian menjadi 2,1 juta ha. 4 tahun kemudian 2023 menjadi 1,1 juta, tahun lalu juga turun ya dari 375 jadi 350-an ha
Antisipasi terhadap El Nino Godzila
Walau optimistis, Raja Juli mengingatkan ancaman karhutla kali ini berpotensi cukup signifikan karena musim kemarau ekstrem yang beriringan dengan El Nino Godzila. Ia menilai pengalaman masa lalu menjadi acuan dalam merespons ancaman tahun 2026.
Jadi sebenarnya kita bisa menekan itu, cuman ini butuh koordinasi yang lebih rekat lagi, lebih ketat lagi, karena memang ini El Ninonya. Climate change is real, jadi kita perlu bersama-sama mengantisipasi
Penguatan kolaborasi dan strategi penanganan
Raja Juli menekankan bahwa upaya penanggulangan harus melibatkan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, sinergi antarlembaga negara, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal menjadi kunci agar respons lebih cepat dan tepat sasaran.
Langkah strategis yang diusulkan antara lain penguatan koordinasi lapangan, peningkatan kesiapsiagaan selama musim kemarau, serta penggunaan pengalaman teknis dari periode sebelumnya untuk memetakan titik rawan lebih awal.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan catatan penurunan luas terbakar selama beberapa tahun terakhir, pemerintah optimistis mampu mengendalikan lonjakan kasus di musim kemarau 2026. Namun, kebutuhan akan koordinasi yang lebih baik dan kesiapan sumber daya tetap menjadi perhatian utama.
Jika kolaborasi ditingkatkan dan pelajaran dari penanganan sebelumnya diterapkan konsisten, potensi kerusakan akibat karhutla akibat El Nino dapat diminimalkan, menurut pernyataan Menhut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...
Komdigi: Notifikasi Tak Cukup Lindungi Sisa Kuota Internet
Komdigi menilai notifikasi belum cukup untuk melindungi sisa kuota internet; beberapa operator masih mengand...
DJKI Perkuat Merek Kolektif untuk Perluas Akses Pasar Regional
DJKI mendorong pemanfaatan merek kolektif lewat ASEAN-HKC untuk memperluas akses pasar regional; tercatat 87...
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...