Karantina Diminta Lindungi Produk Lokal dan Dorong Ekspor
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan pada Jumat, 22 Mei 2026 meminta Badan Karantina Indonesia memperkuat perannya sebagai garda terdepan untuk melindungi produk lokal sekaligus mendorong ekspor. Permintaan itu disampaikan saat Daniel menyoroti fungsi pengawasan lalu lintas komoditas dan perlindungan biodiversitas.
Peran strategis Karantina
Menurut Daniel, penguatan fungsi Badan Karantina penting untuk meningkatkan daya saing produk nasional dan kesejahteraan petani serta nelayan. Selain melakukan pengawasan, badan ini dinilai memiliki peran strategis menjaga keamanan biodiversitas dari hama dan penyakit hewan.
Daniel menekankan bahwa peran tersebut harus berjalan seiring dengan upaya membendung masuknya produk impor yang berpotensi merusak pasar domestik. Untuk itu, Badan Karantina perlu menjadi ujung tombak negara dalam menjaga produk dalam negeri.
“Kita berharap Badan Karantina selain menjalankan tupoksi untuk menjaga keamanan biodiversitas dari hama, hewan, dan produk-produk perikanan. Tetapi yang penting juga adalah Badan Karantina sebagai kekuatan negara terdepan,” ujar Daniel.
Serapan anggaran dan tuntutan efektivitas
Daniel mengapresiasi capaian penyerapan anggaran Badan Karantina yang disebut telah mencapai hampir 35 persen. Ia menyebut angka itu sebagai yang tertinggi dibanding mitra kerja Komisi IV DPR RI lainnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya penyerapan anggaran harus diikuti oleh pelaksanaan program yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dalam hal ini, fokus program harus jelas dan measurable.
“Yang pertama adalah menjaga, mensupport, mendampingi, memperkuat produk-produk lokal dari serangan produk-produk impor,” katanya.
Dorongan ekspor dan manfaat bagi petani
Daniel juga meminta Badan Karantina aktif mendorong produk lokal menembus pasar internasional. Menurutnya, peningkatan ekspor tidak hanya meningkatkan devisa negara, tetapi juga dapat menaikkan kesejahteraan petani dan nelayan.
Beberapa fungsi yang perlu diperkuat menurut Daniel meliputi:
- Pengawasan lalu lintas komoditas;
- Penanganan risiko hama dan penyakit untuk menjaga biodiversitas;
- Pendampingan dan fasilitasi produk lokal agar memenuhi standar ekspor internasional.
“Semangat Badan Karantina untuk meningkatkan ekspor itu juga harus menjadi program utama. Karena bisa meningkatkan devisa, sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” ujar Daniel.
Implikasi dan langkah ke depan
Permintaan Komisi IV ini menempatkan Badan Karantina pada posisi kunci antara perlindungan pasar domestik dan promosi produk ekspor. Ke depan, keberhasilan akan terlihat dari implementasi program yang terukur dan dampak nyata terhadap pendapatan pelaku pertanian dan perikanan.
Berita Terkait
DPR Apresiasi Pembebasan WNI Aktivis Kemanusiaan dari Israel
DPR menyambut pembebasan aktivis kemanusiaan Indonesia yang ditahan, memuji peran Kemenlu dan bantuan Turki...
Menkomdigi Prihatin, Pemerintah Siapkan Perlindungan untuk UMKM Digital
Menkomdigi dan Kementerian UMKM kolaborasi untuk menegakkan perlindungan UMKM di ruang digital, menanggapi k...
Prabowo Kumpulkan Ekonom Senior Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi
Presiden Prabowo mengundang ekonom senior ke Istana (22 Mei 2026) untuk membahas pengalaman krisis dan langk...
Korlantas Perkuat Transformasi Digital dan Kolaborasi Keselamatan Jalan
Korlantas memperkuat transformasi digital dan kolaborasi keselamatan jalan lewat Rakernis 2026, meluncurkan...
Kemkomdigi Perkuat Perlindungan UMKM di Ekosistem Digital
Kemkomdigi dan Kementerian UMKM sepakat memperkuat perlindungan UMKM di ekosistem digital melalui kolaborasi...
HKBP Rayakan HUT ke-165 dengan Ibadah Syukur di GBK
HKBP merayakan HUT ke-165 di GBK dengan fokus ibadah syukur dan refleksi sejarah penyebaran Kekristenan di T...