Ekonomi

KAI Layani 155,8 Juta Penumpang Lewat Skema PSO

Bagikan:
Penumpang menunggu kereta KAI di stasiun sebagai ilustrasi layanan PSO

Pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan layanan subsidi Public Service Obligation (PSO) berhasil melayani 155.809.294 penumpang pada periode Januari–April 2026. Skema ini diterapkan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk menjaga akses transportasi massal tetap terjangkau dan mendukung mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

Data dan rincian penumpang

Angka total penumpang tersebut merupakan akumulasi beberapa layanan rel yang mendapat subsidi. KAI mencatat penumpang pada layanan jarak jauh dan lokal bersubsidi, commuter, LRT Jabodebek, serta layanan KAI Bandara.

Layanan Jumlah Penumpang (Jan–Apr 2026)
KAI Commuter 136.585.949
LRT Jabodebek 10.667.038
KAI Bandara 2.334.929
Kereta jarak jauh dan lokal bersubsidi 6.221.378

Skema PSO dan layanan yang disubsidi

Subsidi tarif melalui skema PSO menjangkau berbagai moda berbasis rel. Pemerintah bertujuan memastikan masyarakat, termasuk pekerja, pelajar, dan pelaku usaha mikro, tetap memiliki opsi transportasi yang aman, efisien, dan terjangkau.

Di antara layanan yang mendapat dukungan adalah KAI Commuter, LRT Jabodebek, dan KAI Bandara. Untuk KAI Bandara, layanan yang tercatat meliputi perjalanan KA YIA Reguler dan KA Srilelawangsa yang menghubungkan wilayah seperti Medan, Binjai, dan Kualanamu.

Dampak sosial menurut KAI

KAI menilai program PSO memberikan dampak sosial yang luas karena menyentuh kebutuhan mobilitas harian warga. Perusahaan menekankan pentingnya keberlanjutan dukungan agar manfaat subsidi dapat terus dirasakan.

Di dalam satu perjalanan kereta api, ada harapan masyarakat yang sedang bergerak. Ada orang tua yang bekerja demi keluarga, ada anak muda yang mengejar pendidikan, ada pedagang yang menjaga usahanya tetap berjalan. Karena itu, layanan PSO memiliki arti penting dalam menjaga ruang mobilitas masyarakat tetap terbuka dan terjangkau.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI

Kereta api menjadi bagian dari ruang gerak masyarakat sehari-hari. Ketika layanan yang aman dan terjangkau dapat diakses, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat terus berjalan dengan baik. Keberlanjutan layanan transportasi publik berbasis rel menjadi hal penting bagi mobilitas masyarakat Indonesia.

Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI

Implikasi dan prospek ke depan

Tingginya volume pelanggan menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap moda rel. Dukungan pemerintah melalui subsidi dinilai krusial untuk menjaga operasi layanan dan memperluas akses di wilayah yang membutuhkan.

Ke depan, keberlanjutan skema PSO dan pengelolaan tarif menjadi faktor utama agar manfaat transportasi publik dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!