Nasional

Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Perkuat Konektivitas dan Sinergi

Bagikan:
Kapolri meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan desa-desa dan memperkuat sinergi TNI-Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan Jembatan Merah Putih Presisi memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus menjadi wujud sinergi antara TNI dan Polri dalam mendukung pembangunan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian Jembatan Merah Putih pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Peresmian dan arahan Presiden

Peresmian dilakukan secara hybrid dengan kehadiran Presiden secara virtual. Menurut Kapolri, partisipasi Presiden memberi semangat bagi seluruh personel TNI dan Polri yang terlibat.

"Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual. Tentunya ini memberikan semangat bagi kita semua, khususnya seluruh personel TNI dan Polri,"

Realisasi program jembatan

Polri melaporkan telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan secara swadaya di 30 Polda. Dari jumlah itu, 874 jembatan telah selesai, 17 masih dalam pembangunan, dan 4 masih dalam tahap perencanaan.

Indikator Jumlah
Jembatan dibangun/revitalisasi 895
Selesai 874
Sedang dibangun 17
Dalam perencanaan 4
Total panjang jembatan 19,2 km
Desa yang terhubung 1.314 desa

Dampak pada mobilitas dan ekonomi

Sigit menekankan pembangunan jembatan bukan sekadar menyediakan infrastruktur fisik. Tujuan utamanya ialah memperlancar mobilitas, distribusi hasil pertanian, dan akses pendidikan.

"Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Manfaatnya melalui kelancaran distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan akses pelajar menuju sekolah,"

Sebaran pembangunan per wilayah

Distribusi proyek menunjukkan fokus pada wilayah yang butuh konektivitas tinggi. Jumlah terbesar berada di Banten dan Jawa Barat.

  • Banten: 145 jembatan
  • Jawa Barat: 137 jembatan
  • Riau: 110 jembatan
  • Jawa Tengah: 86 jembatan
  • Sumatera Selatan: 81 jembatan

Peran dalam pemulihan bencana

Polri juga membangun 39 jembatan khusus untuk membantu pemulihan akses masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Proyek ini termasuk enam Jembatan Bailey, yakni empat di Aceh dan dua di Sumatera Barat, yang dimaksudkan membuka kembali jalur vital pascabencana.

Komitmen dan sinergi ke depan

Sigit menegaskan Polri akan terus mendukung kebijakan pembangunan yang memberi manfaat langsung kepada warga. Menurutnya, kehadiran TNI-Polri secara bersama di lapangan menjadi landasan memperkuat pemerataan pembangunan dan konektivitas antardesa.

"Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Kami akan memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,"

Dengan program ini, pemerintah berharap konektivitas yang lebih baik mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru dan memperkuat aktivitas masyarakat di kawasan perdesaan dalam jangka menengah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait