Mendikdasmen: Jangan Manipulasi Data untuk Revitalisasi Sekolah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memperingatkan sekolah untuk tidak memanipulasi kondisi demi mendapat anggaran revitalisasi. Pernyataan disampaikan saat Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Jakarta, Jumat, 4 September 2026. Mu'ti menegaskan tindakan melaporkan kerusakan palsu atau sengaja merusak fasilitas untuk memperoleh bantuan tidak dapat ditolerir.
Peringatan keras terhadap manipulasi
Mu'ti mengingatkan seluruh jajaran satuan pendidikan agar menolak praktik manipulasi data fisik sekolah. Ia menekankan anggaran harus tepat sasaran kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan. Mu'ti menilai manipulasi merusak integritas program dan menghambat penyaluran bantuan bagi sekolah terdampak nyata.
Tolong jangan karena mengejar anggaran yang tidak rusak kemudian dilaporkan rusak atau dirusak supaya dapat bantuan
Pernyataan itu disampaikan Mu'ti saat memberi arahan pada rapat koordinasi daerah yang membahas pelaksanaan revitalisasi.
Target nasional dan kriteria penerima
Pemerintah menargetkan revitalisasi 100.000 satuan pendidikan pada 2027. Target ini merupakan arahan langsung Presiden. Mu'ti menjelaskan prioritas penyaluran anggaran untuk sekolah dengan kondisi yang jelas memenuhi kriteria.
- Sekolah terdampak bencana alam
- Sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)
- Sekolah dengan kondisi rusak berat yang nyata
Mu'ti menegaskan upaya akan difokuskan pada ketiga kategori agar bantuan tepat sasaran.
Status verifikasi dan capaian program
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, melaporkan program revitalisasi dimulai pada 2025. Basis data program adalah Dapodik, yang menunjukkan jumlah sekolah rusak pada akhir 2025.
Data kami di Dapodik masih menunjukkan angka di akhir tahun 2025 ada 203.000 sekolah yang memiliki ruang kelas atau ruang lainnya dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat. Sampai hari ini, Alhamdulillah sudah ter-verval (verifikasi dan validasi) 62.000
Gogot menyatakan pemerintah menargetkan menyelesaikan revitalisasi 51.000 sekolah pada 2026. Hingga kini, sekitar 4,23 juta siswa telah merasakan manfaat program tersebut.
Jadi sampai akhir 2026 InsyaAllah kita sudah ada data yang siap untuk diperbaiki sesuai dengan rencana di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Dampak dan prospek ke depan
Dengan validasi data yang berkelanjutan, pemerintah berharap penyaluran anggaran lebih efisien dan tepat sasaran. Penegakan integritas data menjadi kunci agar sekolah terdampak nyata mendapat prioritas. Jika praktik manipulasi dapat dikendalikan, program revitalisasi berpeluang memperbaiki kondisi belajar jutaan siswa secara berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KADIN Pastikan Nusantara Rising Dukung Talenta Ekonomi Kreatif
KADIN pastikan Nusantara Rising melibatkan pelaku ekonomi kreatif untuk dukung talenta muda lewat kolaborasi...
Kemenperin Duka Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei, Tekan Evaluasi K3
Kemenperin berduka atas kebakaran pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei (3 Sept 2026) yang menewaskan tiga peke...
Komisi IV: Regulasi Ekspor Perikanan Kaltara Jangan Menghambat
Komisi IV DPR minta regulasi ekspor perikanan Kaltara tak menghambat usaha; dorong sinkronisasi balai mutu d...
Komisi VIII Dorong Penguatan Mutu PT Keagamaan di Malang
Komisi VIII DPR mendorong peningkatan kualitas dosen, fasilitas, dan beasiswa usai kunjungan ke STP-IPI Mala...
Kemenhub Perkuat Mitigasi Transportasi Hadapi Karhutla
Kemenhub keluarkan SE-MHB 4/2026 untuk meningkatkan kewaspadaan transportasi selama karhutla, mencakup darat...
SMK Go Global Buka Akses Kerja Lulusan ke Luar Negeri
SMK Go Global integrasikan pelatihan vokasi dan penempatan pekerja migran untuk membuka akses kerja aman dan...