Kemenekraf Apresiasi Nusantara Rising Perkuat Soft Power
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut peluncuran Nusantara Rising: Indonesia’s Collective Soft Power Movement yang diinisiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Acara digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat, 4 September 2026. Menurut Riefky, gerakan ini penting untuk mengorkestrasi kekayaan budaya, talenta, dan kreativitas Indonesia agar menjadi kekuatan ekonomi serta pengaruh global.
Kemenekraf: Nusantara Rising strategis bagi ekonomi kreatif
Riefky menilai Nusantara Rising memiliki arti strategis bagi perkembangan budaya dan ekonomi kreatif Indonesia. Ia menekankan bahwa potensi budaya dan talenta lokal besar, namun membutuhkan tata kelola dan kolaborasi yang kontinu supaya berdampak luas.
Lebih jauh, Riefky melihat gerakan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Ia merujuk pada kebijakan Presiden yang diberi satu bulan sebelumnya, berupa Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif sebagai panduan nasional.
Karena itu kami melihat inisiatif ini sejalan dengan semangat Bapak Presiden yang satu bulan lalu memberikan arah bagi ekonomi kreatif. Melalui Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif atau ini master plan-nya ekonomi kreatif.
Peran Kadin dan kebutuhan kolaborasi
Riefky menegaskan pemerintah tidak dapat mengelola potensi ekonomi kreatif dan kebudayaan sendirian. Di sinilah peran Kadin menjadi penting sebagai fasilitator dan pengorganisir jaringan antara pelaku usaha, seniman, dan institusi pemerintah.
Di sinilah pentingnya kehadiran Kadin untuk membantu, memfasilitasi, dan mengorkestrasi potensi yang ada.
Dengan peran tersebut, Nusantara Rising diharapkan menjadi platform kolaboratif yang menghubungkan produk budaya ke pasar global sekaligus memperkuat soft power Indonesia.
Ekonomi kreatif sebagai sumber daya baru
Dalam paparan Riefky, industri kebudayaan dan ekonomi kreatif kini muncul sebagai sumber daya baru bagi Indonesia. Sektor ini dinilai dapat menjadi kekuatan ekonomi setelah negara selama ini mengandalkan komoditas seperti nikel, batu bara, dan emas.
Gerakan Nusantara Rising diyakini mampu mengangkat cerita, talenta, dan kreativitas lokal menjadi daya tarik internasional. Hal ini memberi peluang ekspor budaya, penyerapan tenaga kerja kreatif, dan peningkatan nilai tambah ekonomi.
Prospek dan langkah ke depan
Peluncuran Nusantara Rising membuka peluang untuk sinkronisasi kebijakan publik dan inisiatif swasta. Ke depan, fokus akan tercurah pada pembentukan ekosistem yang mendukung produksi, distribusi, dan promosi karya kreatif secara berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah, Kadin, dan pelaku kreatif, program ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia di kancah budaya internasional dan meningkatkan kontribusi sektor kreatif terhadap perekonomian nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
SMK Go Global Buka Akses Kerja Lulusan ke Luar Negeri
SMK Go Global integrasikan pelatihan vokasi dan penempatan pekerja migran untuk membuka akses kerja aman dan...
Fadli Zon: Nusantara Rising Hidupkan Ekonomi Budaya
Menbud Fadli Zon menyambut Nusantara Rising sebagai langkah menghidupkan ekonomi budaya berkelanjutan melalu...
Kemenperin Akselerasi Ekosistem Kendaraan Listrik Hulu-Hilir
Kemenperin mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik hulu-hilir, mendorong TKDN dan menyiapkan sk...
Kemenperin Dorong BYD Perkuat Rantai Industri Kendaraan Listrik
Kemenperin mendorong BYD perkuat rantai industri kendaraan listrik dan tingkatkan TKDN setelah peresmian fas...
Kemenhub Perkuat Inspektur Angkutan Udara Profesional 2026
Kemenhub gelar rapat koordinasi Inspektur Penerbangan 2 Sept 2026 untuk memperkuat profesionalisme, integrit...
Karhutla Masih Meluas di Kalbar, Lahan Gambut Jadi Fokus
Karhutla masih terjadi di Kalbar, titik api tersebar di lahan gambut dan mineral; tim gabungan dikerahkan un...