Nasional

Komisi VIII Dorong Penguatan Mutu PT Keagamaan di Malang

Bagikan:
Kunjungan Komisi VIII DPR RI ke STP-IPI Malang untuk bahas penguatan mutu institusi

Komisi VIII DPR RI menyoroti kebutuhan penguatan mutu perguruan tinggi keagamaan saat kunjungan kerja ke Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia (STP-IPI) Malang, Jawa Timur, Kamis, 3 September 2026. Sorotan meliputi kualitas tenaga pendidik, sarana prasarana, dan dukungan untuk mahasiswa demi meningkatkan daya saing institusi.

Temuan data dan kondisi institusi

Merujuk data PDDikti hingga 3 September 2026, jumlah perguruan tinggi keagamaan mencapai 1.748 institusi. Sebagian besar berstatus aktif, namun hanya sedikit yang terakreditasi unggul.

Keterangan Jumlah
Total perguruan tinggi keagamaan 1.748
Berstatus aktif 1.376
Terakreditasi unggul 45

Sorotan Komisi VIII: fokus pada tenaga pendidik dan fasilitas

Anggota Komisi VIII, Selly Andriany Gantina, meminta perhatian khusus Kementerian Agama untuk meningkatkan mutu pendidikan keagamaan. Ia menekankan perlunya konsentrasi pada kualitas dosen, perbaikan sarana, serta dukungan bagi mahasiswa.

"Harus ada konsentrasi dari Kementerian Agama berkaitan dengan kualitas tenaga pendidik dan sarana dan prasarana, termasuk juga untuk para mahasiswanya. Program-program seperti Kartu Indonesia Pintar, kemudian Beasiswa Indonesia Unggulan, untuk tenaga dosen juga harus menjadi bagian yang tidak dilupakan,"

Selly khususnya menyoroti kebutuhan publikasi ilmiah dan jurnal sebagai langkah memperkuat kapasitas akademik dan jangkauan internasional STP-IPI.

Dampak fasilitas dan kebutuhan ruang

Delegasi Komisi VIII menerima laporan kondisi gedung lama yang tidak lagi memadai. Pihak kampus menyampaikan bahwa pengembangan ruang belajar berlangsung secara tambal sulam, sehingga menghambat kegiatan akademik dan pelayanan.

"Yang paling terpenting keinginan mereka untuk bisa memperbaiki sarana fisik yang sudah lama tidak diperbaiki oleh negara. Tentu ini juga akan menjadi perhatian dari Komisi VIII,"

Peningkatan kapasitas SDM dan kerja sama internasional

Anggota Komisi VIII Haeni Relawati menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen melalui penelitian dan publikasi. Ia melihat kerja sama antara sekolah dan gereja di luar negeri sebagai potensi untuk memperkuat kemampuan akademik dan inovasi.

"Menjadi dosen tidak mudah karena harus ada syarat untuk jurnal, untuk penelitian dan sebagainya. Tapi saya yakin kerja sama sekolah dan gereja yang berada di luar negeri untuk menerbitkan jurnal-jurnal itu tentu menjadi kekuatan tersendiri bagi sekolah untuk lebih banyak berkreasi dan berinovasi,"

Respons Pemerintah Daerah

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyatakan pemerintah kota membuka diri untuk bersinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan. Ia berharap kunjungan Komisi VIII menjadi ruang mendengar aspirasi dan merumuskan langkah penguatan yang dibutuhkan daerah.

"Pemerintah Kota Malang tentu terbuka dan siap menjadi mitra dalam berbagai ikhtiar yang bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia. Sekaligus meningkatkan kehadiran pelayanan sosial di tengah masyarakat,"

Rangkaian temuan ini memberi gambaran kebutuhan prioritas: peningkatan kompetensi dosen, perbaikan sarana, dan dukungan beasiswa untuk mahasiswa. Komisi VIII menempatkan isu-isu tersebut sebagai bahan advokasi kepada kementerian terkait untuk perbaikan jangka panjang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait