Lokal

Yayasan Jabal Rahmah Mulia Gelar Wisuda TK–SMA, Tekankan Tahfizh dan Sains

Bagikan:
Siswa Yayasan Jabal Rahmah Mulia saat wisuda mengenakan seragam di Medan

Medan – Yayasan Pendidikan Jabal Rahmah Mulia yang beroperasi di Sunggal, Amplas, dan Marelan menggelar wisuda siswa jenjang TK hingga SMA belum lama ini. Acara itu menegaskan kombinasi pembelajaran Alquran, bahasa Inggris, dan sains untuk membentuk generasi berwawasan agama dan ilmu.

Program tahfizh sejak dini

Ustaz Fadhlan Zainuddin, Qori Internasional dan Koordinator Pembinaan Al Quran di yayasan, mengatakan program tahsin dan tahfizh dimulai sejak tingkat TK. Metode pembelajaran meliputi tilawah, tahsin, hingga penghafalan Alquran.

Sistem hafalan ditetapkan per jenjang: TK menghafal 1 juz 'Amma (juz 30), SD menghafal 5 juz, SMP menghafal 20 juz, dan SMA khatam 30 juz. Setiap akhir tahun siswa mengikuti ujian Tahfizh yang diuji langsung oleh Pimpinan Pusat Jam'iyyatul Qurro' wal Huffazh Nahdlatul Ulama dari Jakarta.

Kurikulum umum dan standar internasional

Kepala SMP, Muhammad Erwinsyah, S.Pd., menyatakan kurikulum mata pelajaran umum tetap mengacu pada standar nasional bahkan internasional. Seluruh siswa diwajibkan menggunakan bahasa Inggris dengan standar Cambridge.

Pelajaran sains juga diberi porsi khusus. Untuk tahun ajaran 2026-2027, program SMA menjalankan inovasi akselerasi kurikulum nasional guna memaksimalkan kesempatan kelulusan melalui jalur SNBP dan SNBT. Selain itu, yayasan rutin mengadakan kajian sains yang diselaraskan dengan ayat-ayat Alquran untuk memperkaya wawasan siswa.

Prestasi siswa

Beberapa capaian akademik dan keagamaan siswa Yayasan Jabal Rahmah Mulia antara lain:

  1. 13 siswa SMA lulus Universitas Brawijaya melalui jalur prestasi tahfizh, termasuk dua yang diterima di fakultas kedokteran dan kedokteran gigi.
  2. Siswa kelas IX SMP telah menyelesaikan hafalan 20–30 juz.
  3. Tasmi' 30 juz sekali duduk oleh siswa SMP dengan predikat Mumtaz.
  4. Siswa SMP–SMA meraih medali emas pada ajang international research di Malaysia dan Thailand.

Visi membentuk 'Teknokrat-Qurani'

Ketua Yayasan, Ir. H. Hardianto, menyampaikan harapan agar lembaga ini mampu menyiapkan generasi umat Islam yang mencintai dan memahami Alquran, menguasai IPTEK, serta mampu berdakwah dengan penguasaan bahasa Inggris dan Arab.

'Kami berusaha dengan doa dan ikhtiar membentuk generasi yang cinta Al Quran dan mampu mengelola bumi dengan IPTEK,' kata Hardianto.

'Al Quran bukan sekadar dibaca, tetapi wajib dikaji dengan berbagai disiplin ilmu yang terkandung di dalamnya,' tegas Ustaz Fadhlan.

'Mereka yang ingin kebaikan di dunia haruslah dengan ilmu, dan yang ingin kebaikan di akhirat tentu juga dengan ilmu.'

'Sungguh Allah hanya mewariskan pengelolaan bumi ini kepada orang-orang yang sholeh.'

Dengan kombinasi tahfizh, bahasa asing, dan sains, yayasan menargetkan lahirnya lulusan berkarakter religius sekaligus kompetitif secara akademis.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait