Investor AS Kuasai Pembelian Obligasi Global Danantara
Investor Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar saat Danantara Indonesia menerbitkan global bond, ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Danantara awalnya menargetkan penghimpunan dana sebesar 1 miliar dolar AS, namun permintaan mencapai 4,6 miliar dolar AS sehingga penerbitan dinaikkan menjadi 1,5 miliar dolar AS.
Hasil bookbuilding dan keputusan penerbitan
Permintaan investor yang melonjak mendorong Danantara menambah nilai penerbitan. Dana akhirnya dibagi dalam dua seri: tenor lima tahun dan tenor sepuluh tahun. Keputusan ini diambil setelah proses bookbuilding menunjukkan minat yang jauh melampaui target awal.
"Responsnya positif. Dari rencana 1 miliar dolar yang ingin kami capai, bookbuilding yang masuk kurang lebih 4,6 miliar dolar," kata Rosan.
Komposisi investor per wilayah
Berdasarkan data Danantara, komposisi pembeli berbeda antara kedua tenor. Untuk tenor lima tahun, investor dari Amerika Serikat menyerap 38 persen, sedangkan untuk tenor sepuluh tahun porsi investor AS meningkat menjadi 52 persen. Investor Eropa dan kawasan Timur Tengah serta Asia mencatat porsi lebih kecil.
| Wilayah | Tenor 5 tahun | Tenor 10 tahun |
|---|---|---|
| Amerika Serikat | 38% | 52% |
| Eropa & Timur Tengah | 41% | 31% |
| Asia | 21% | 17% |
"Ini membuktikan bahwa memang kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada dan tinggi," ujar Rosan.
Imbal hasil dan jadwal pencairan
Obligasi tenor lima tahun ditawarkan dengan tingkat imbal hasil 5,35 persen. Sedangkan tenor sepuluh tahun diberi imbal hasil 5,95 persen. Rosan menyebut dana hasil penerbitan akan mulai masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.
Dampak dan prospek
Rosan menilai dominasi investor AS pada penerbitan ini berbeda dari pola sebelumnya, yang umumnya lebih banyak diminati investor Asia. Perubahan komposisi ini jadi indikator meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap instrumen pembiayaan Indonesia.
Laporan kunjungan kerja Rosan ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia juga diserahkan kepada Presiden, yang menurut Rosan menunjukkan meningkatnya minat investasi di sektor-sektor strategis nasional. Ke depan, hasil penerbitan ini dapat membuka ruang pendanaan untuk kegiatan hilirisasi dan proyek strategis lain yang menjadi fokus pemerintah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...
Produksi Padi Jan–Agust 2026 Capai 43,89 Juta Ton
Produksi padi Januari–Agustus 2026 tercatat 43,89 juta ton GKG, naik 0,07%; luas panen 8,32 juta ha dan prod...
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...