BEI: Jumlah Investor Tembus 30 Juta SID, IHSG Menguat 2,78%
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan jumlah investor hingga mencapai 30.274.265 Single Investor Identification (SID) pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia karena mencerminkan perluasan inklusi investasi di masyarakat.
Lonjakan jumlah investor dan saham
BEI melaporkan bahwa sepanjang 2026 jumlah investor bertambah 9.926.440 SID atau naik 48,78%. Pada periode yang sama, investor saham juga menembus angka 10 juta SID, tepatnya 10.052.059 SID, meningkat sebesar 1.447.882 SID atau 16,83%.
Menurut BEI, capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal. BEI juga menegaskan akan terus mendorong kualitas pasar melalui reformasi dan peningkatan keterhubungan antara emiten dan investor.
Pergerakan IHSG dan aktivitas perdagangan sepekan
Dalam pekan perdagangan 3-7 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif. IHSG menguat 2,78% dan ditutup pada level 6.409,65, naik dari posisi 6.236 pada pekan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan juga meningkat. Rata-rata volume transaksi harian naik 32,98% menjadi 39,95 miliar lembar saham, dari 30,04 miliar lembar pada pekan sebelumnya. Frekuensi transaksi harian rata-rata meningkat 27,62% menjadi 2,32 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar dan nilai transaksi
Kapitalisasi pasar tercatat naik 2,64% menjadi Rp11.212 triliun, dibandingkan Rp10.923 triliun pada pekan sebelumnya. Meski demikian, hanya rata-rata nilai transaksi harian yang sedikit menurun, turun 0,38% menjadi Rp15,38 triliun dari Rp15,44 triliun.
Aliran modal asing
Pada akhir pekan, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,24 triliun. Namun sepanjang tahun 2026 hingga laporan ini, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp71,29 triliun.
Implikasi dan langkah ke depan
BEI menyatakan akan mengintensifkan langkah reformasi dan inisiatif untuk memperluas serta memperdalam basis pasar. Upaya ini diharapkan meningkatkan kualitas transaksi, keterhubungan antara emiten dan investor, serta keketatan tata kelola pasar.
Dengan pertumbuhan jumlah investor dan peningkatan aktivitas perdagangan, pasar modal Indonesia menunjukkan tren penguatan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada efektivitas reformasi, sentimen pasar domestik, dan aliran modal asing.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Kemenperin Perkuat Hilirisasi Agro, Rempah dan Sagu ke Pasar Global
Kemenperin gelar Bimtek Manajemen Ekspor untuk hilirisasi agro; rempah, rumput laut, mikroalga, dan sagu dip...
Indonesia Perluas Sinergi BRICS untuk Pacu Transformasi Manufaktur
Indonesia perluas sinergi industri BRICS untuk percepat transformasi manufaktur lewat investasi, inovasi, da...
Kemenperin Percepat Industri Hijau untuk Pacu Ekonomi Sirkular
Kemenperin mempercepat transformasi industri hijau untuk mendukung ekonomi sirkular dan mencapai target Net...
Pengguna Whoosh Hemat Rp1,5 Juta dengan FWC JaBan Gold
KCIC luncurkan FWC JaBan Gold: kartu langganan Rp2 juta untuk 10 perjalanan, hemat hingga Rp1,5 juta dibandi...
Menaker: Kesenjangan Kompetensi Lulusan Harus Segera Diatasi
Menaker Yassierli minta penguatan pendidikan STEM dan kolaborasi untuk atasi mismatch kompetensi lulusan den...
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD145,3 Miliar Juli 2026
Cadangan devisa turun ke USD145,3 miliar per akhir Juli 2026 akibat penerbitan global bond dan intervensi st...