DPRD Jombang Minta Investigasi Lengkap Kasus MBG di SMPN 1 Kabuh
JOMBANG — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak investigasi menyeluruh serta penanganan penuh bagi puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 2 September 2026. Ia meminta seluruh biaya pengobatan ditanggung dan penyebab gangguan diungkap secara ilmiah.
Investigasi dan tanggung jawab biaya
Ama menekankan investigasi tidak boleh setengah hati. Ia meminta penelusuran mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah. Hasil pemeriksaan medis dan laboratorium harus menjadi dasar kesimpulan dan tindak lanjut.
"Biaya harus ditanggung dan investigasi,"
Menurutnya, penanganan tidak boleh dilakukan berdasarkan asumsi. Investigasi juga perlu fokus pada perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terulang.
Jumlah korban dan keluhan kesehatan
Peristiwa itu menyebabkan 85 siswa dan empat guru melaporkan keluhan kesehatan hingga Kamis siang. Gejala yang muncul antara lain mual, pusing, sakit perut, dan diare. Sebanyak tujuh siswa masih menjalani perawatan rawat jalan di Puskesmas Kabuh.
- Mual
- Pusing
- Sakit perut
- Diare
Beberapa siswa menyoroti salah satu lauk, yaitu udang saus Padang. Mereka melaporkan aroma amis dan rasa asam pada lauk tersebut. Namun, dugaan bahwa lauk itu penyebab gangguan masih harus dibuktikan melalui tes laboratorium.
Tujuan investigasi dan perbaikan sistem
Ama mengingatkan bahwa tujuan investigasi bukan sekadar mencari pihak yang disalahkan. Hasil pemeriksaan harus menjadi dasar perbaikan prosedur, standar keamanan pangan, dan pengawasan program MBG di sekolah.
"Tidak boleh terjadi lagi karena orang tuanya trauma karena makan menu MBG,"
Ia menegaskan evaluasi harus menghasilkan rekomendasi konkret agar keamanan makanan anak sekolah terjamin.
Langkah berikutnya
Pihak sekolah dan dinas terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan laboratorium pada sampel makanan dan mempublikasikan hasil pemeriksaan. Selain itu, perlu ada kepastian tentang penanggungjawab biaya perawatan korban agar orang tua tidak terbebani.
Dengan bukti medis dan laboratorium, tindakan perbaikan dan kebijakan pengawasan MBG dapat dibuat secara objektif dan bertanggung jawab.
Catatan: Permintaan investigasi ini muncul setelah puluhan siswa dan guru mengeluh sakit pasca-konsumsi MBG pada 2 September 2026, dan menjadi perhatian publik di wilayah tersebut.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Magetan Lantik 1.645 Pengurus Ranting
DPC PDI Perjuangan Magetan melantik 1.645 pengurus ranting di 235 desa/kelurahan dan menargetkan rampung Nov...
Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Usulkan Pendidikan Gratis
Bupati Malang menargetkan Zero ATS 2027 dengan menggratiskan Kejar Paket A–C dan mengusulkan kenaikan insent...
PDI Perjuangan: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim minta Raperda Transportasi Terintegrasi fokus pada aksesibilitas, layanan,...
Baznas Surabaya Diminta Prioritaskan Warga Desil 1, Eri Tekankan Data
Wali Kota Eri minta Baznas Surabaya prioritaskan desil 1 dalam penyaluran ZIS berdasarkan data dan tanpa int...
Bantuan Air Arjuno: PDI Perjuangan Jatim Siapkan 20 Tangki
PDI Perjuangan Jatim siapkan 20 tangki dan 200 relawan untuk atasi krisis air pasca kebakaran Gunung Arjuno-...
Senam Tempo Disko di Banyuwangi: Sonny Jadi DJ, Ada Paket Sembako Murah
Warga Kaliboyo menggelar Senam Tempo Disko dan pasar sembako murah, 18 Okt 2026; Sonny T. Danaparamita hadir...