Eri Cahyadi: Maulid Bukan Hanya Bersholawat, Wujudkan Kepedulian
Surabaya — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dengan bersholawat. Pernyataan itu disampaikan saat Gebyar Hari Besar Islam bertajuk "PKK Bersholawat, Meraih Cinta dan Syafaat Nabi Muhammad" di Convention Hall Surabaya, Rabu (2/9/2026). Ia menekankan makna utama Maulid harus diwujudkan lewat keteladanan dan kepedulian kepada sesama.
Acara dan peserta
Kegiatan itu dihadiri sekitar 1.400 anggota dan keluarga besar TP PKK Kota Surabaya. Acara dirancang untuk menggabungkan dzikir, pembagian bantuan, dan penguatan peran kader PKK di lingkungan warga. Semangat acara berfokus pada penguatan nilai sosial dan gotong royong.
Pesan keteladanan dan peran PKK
Eri menekankan bahwa meneladani akhlak Rasulullah berarti menjaga persaudaraan, menyayangi sesama, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ia meminta kader PKK menjadi penggerak pembangunan hingga tingkat lingkungan karena kedekatan kader dengan warga memudahkan pendataan masalah sosial dan penyaluran bantuan.
"Kalau kita ingin mendapatkan cinta Rasulullah, tidak cukup hanya banyak bersholawat. Kita juga harus berusaha meneladani akhlak beliau, menjaga persaudaraan, menyayangi sesama, dan memberikan manfaat bagi orang lain," kata Eri.
Eri menambahkan bahwa kekuatan Surabaya ada pada masyarakatnya yang saling membantu. Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan aktif dari warga dan kader organisasi kemasyarakatan seperti PKK.
Tradisi Brayakan dan pengelolaan zakat
Peringatan Maulid diwarnai tradisi brayakan dengan pembagian 2.233 barang, berupa perlengkapan rumah tangga, makanan ringan, dan sabun kepada peserta. Menurut Eri, tradisi ini berfungsi mempertahankan kearifan lokal sekaligus menumbuhkan semangat berbagi.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terintegrasi. Eri mendorong agar potensi dana sosial di Surabaya dikelola optimal sehingga prioritasnya benar-benar membantu warga kota.
Pelayanan publik dan pesan penutup
Selain itu, Eri mengaitkan kepedulian dengan tata kelola pelayanan publik. Ia menyatakan penerimaan parkir yang dikelola resmi akan dikembalikan untuk kepentingan publik, seperti pendidikan gratis dan layanan kesehatan.
"Uang dari parkir yang masuk ke pemerintah digunakan kembali untuk masyarakat, seperti pendidikan gratis, kesehatan, dan berbagai kebutuhan pembangunan," ujarnya.
Ia mengajak warga untuk berani meluruskan hal yang dirasa tidak benar dan menanamkan nilai kejujuran, toleransi, dan gotong royong sejak di lingkungan keluarga. Menurut Eri, peran ibu-ibu PKK sangat strategis dalam membentuk karakter generasi Surabaya yang berakhlak baik.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bupati Banyuwangi Bahas Pendidikan di Gesah Bareng Ambi Bupati
Forum Gesah Bareng Ambi Bupati di Banyuwangi bahas beasiswa, pengawasan pelajar, sarana sekolah, regrouping,...
DPRD Surabaya Dorong Transparansi Pendapatan Parkir Per Titik
Ketua Komisi C DPRD Surabaya minta pendapatan parkir per titik ditampilkan real-time agar publik bisa mengaw...
PDI Perjuangan Tulungagung Kukuhkan Pengurus Musran Kauman
PDI Perjuangan Tulungagung kukuhkan 13 Ranting dan 26 Anak Ranting Kauman pada 1 Sept 2026; target pertahank...
Sanusi Perluas Program Eco Office ke Seluruh OPD dan Kecamatan
Bupati Malang HM Sanusi perintahkan perluasan Eco Office ke seluruh OPD dan kecamatan untuk ubah perilaku ap...
Dua Ambulans Baguna Evakuasi Ratusan Santri di Sidoarjo
Baguna DPC PDI Perjuangan Sidoarjo mengevakuasi ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam setelah dugaan...
PDI Perjuangan Minta Raperda Kepemudaan dan Keolahragaan Jatim Tegaskan Hak Warga
Fraksi PDI Perjuangan minta Raperda Kepemudaan dan Keolahragaan Jatim menjamin hak, kesempatan, perlindungan...