DPRD Surabaya Dorong Transparansi Pendapatan Parkir Per Titik
SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mengusulkan agar pendapatan retribusi parkir di setiap titik tepi jalan umum (TJU) ditampilkan secara transparan dan diperbarui real-time. Usulan tersebut disampaikan Rabu (2/9/2026) sebagai upaya agar digitalisasi parkir tidak sekadar mengganti pembayaran tunai ke nontunai, tetapi juga memperkuat pengawasan publik terhadap penerimaan daerah.
Permintaan transparansi per titik
Eri menilai selama ini data penerimaan parkir kerap disajikan sebagai angka setoran global. Padahal, pembagian berdasarkan titik parkir diperlukan agar potensi transaksi dan realisasi pendapatan per lokasi terlihat jelas.
Kami terus mendorong agar data penerimaan parkir tidak hanya disampaikan dalam bentuk angka setoran global. Data tersebut harus didetailkan berdasarkan titik parkir dan potensi transaksinya secara riil
Dengan sistem yang menampilkan pendapatan per titik secara langsung, pemerintah dan publik dapat mengawasi aliran penerimaan lebih efektif.
Digitalisasi dan capaian sementara
Legislator yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini menyatakan dukungan penuh terhadap program digitalisasi parkir yang dijalankan Pemkot Surabaya. Menurut Eri, penerapan pembayaran nontunai harus konsisten dan menghilangkan praktik setoran tunai dalam retribusi parkir.
Penerapan sistem nontunai sudah menunjukkan peningkatan pendapatan di beberapa lokasi. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bahkan menyebut ada titik parkir yang mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp4 juta per hari.
Kami akan optimalkan penerapan cashless ini
Pembagian hasil dan kepatuhan jukir
DPRD juga menegaskan jukir harus mematuhi skema bagi hasil yang telah disepakati bersama Pemkot Surabaya. Ketentuan pembagian pendapatan dirancang sebagai bagian dari penataan sistem perparkiran.
- 40% untuk jukir
- 60% untuk Pemkot Surabaya
Menanggapi penolakan sebagian jukir terhadap skema baru, DPRD meminta semua pihak menghormati keputusan pemerintah. Eri menegaskan formula pembagian itu lahir dari kajian matang.
Sudah melalui tahapan analisis yang matang. Formulanya telah sesuai dengan kajian komprehensif serta memperhitungkan berbagai aspek, termasuk kepatuhan terhadap aspek keuangan negara
Manfaat dan langkah ke depan
Transparansi berbasis titik diharapkan membantu mengidentifikasi lokasi dengan potensi penerimaan tinggi dan titik yang belum optimal. Data rinci ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk penataan lokasi parkir dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Jika diterapkan, sistem pelaporan real-time per titik TJU memberi ruang bagi publik untuk mengawasi sekaligus memudahkan pemerintah memantau penerimaan setiap saat. Implementasi lanjutan perlu disertai sosialisasi kepada jukir dan penegakan skema bagi hasil agar transformasi berjalan lancar.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bantuan Air Arjuno: PDI Perjuangan Jatim Siapkan 20 Tangki
PDI Perjuangan Jatim siapkan 20 tangki dan 200 relawan untuk atasi krisis air pasca kebakaran Gunung Arjuno-...
Senam Tempo Disko di Banyuwangi: Sonny Jadi DJ, Ada Paket Sembako Murah
Warga Kaliboyo menggelar Senam Tempo Disko dan pasar sembako murah, 18 Okt 2026; Sonny T. Danaparamita hadir...
Batu: DPRD Dorong Perwali Wajibkan Pertunjukan Seni di Pariwisata
DPRD dorong Pemkot Batu keluarkan Perwali yang mewajibkan pertunjukan seni lokal dalam pariwisata untuk ting...
Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run 2026, Bupati Ikut 5K
Ribuan pelari memadati Bangkalan Run 2026 di Stadion Gelora Bangkalan, 18 Okt; acara dorong hidup sehat dan...
DPRD Sumenep Gelar Jalan Sehat Politik, Ribuan Warga Hadir
DPRD Sumenep menggelar Jalan Sehat Politik di Taman Bunga Potre Koneng, Minggu (18/10/2026), dihadiri ribuan...
Said Abdullah Beri Bantuan Modal untuk Kader PDI Perjuangan di Sumenep
MH Said Abdullah menyerahkan bantuan modal usaha kepada Maskina, kader PDI Perjuangan di Sumenep, menyusul f...