Sanusi Perluas Program Eco Office ke Seluruh OPD dan Kecamatan
Malang — Bupati Malang HM Sanusi menegaskan program Eco Office akan diperluas secara bertahap ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan hingga tingkat kecamatan. Pernyataan itu disampaikan saat ia meresmikan model Eco Office di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang pada Senin, 31 Agustus 2026. Tujuannya jelas: mengubah perilaku aparatur dan menjadikan birokrasi sebagai teladan ramah lingkungan.
Perluasan dan tujuan program
Sanusi mengatakan penerapan birokrasi hijau harus dimulai dari pegawai dan pemimpin di lingkungan pemerintahan. Ia menekankan Eco Office bukan sekadar mempercantik kantor, melainkan membangun kemandirian dan efisiensi sumber daya. Program ini akan diwajibkan secara bertahap kepada seluruh OPD, kemudian diimplementasikan sampai tingkat kecamatan.
DLH sebagai living lab
Kantor DLH dipilih sebagai living lab untuk menunjukkan praktik dan teknologi ramah lingkungan secara nyata. Konsep ini memberi kesempatan bagi instansi lain dan masyarakat melihat langsung penerapan inovasi lingkungan dalam aktivitas perkantoran sehari-hari.
Inovasi dan teknologi yang diterapkan
Beberapa teknologi dan fasilitas telah diintegrasikan dalam Eco Office DLH. Langkah ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan pengelolaan sumber daya.
- Panel surya (solar cell) sebagai sumber energi terbarukan.
- Pengolahan biogas dan bank sampah untuk mengelola limbah organik.
- Sistem penampungan air hujan untuk kebutuhan non-potar dan kebun.
- Smart irrigation berbasis Internet of Things (IoT) untuk efisiensi penyiraman.
Perubahan budaya kerja
Sanusi menegaskan penggunaan teknologi harus disertai perubahan perilaku. Aparatur didorong melakukan kebiasaan sederhana yang berdampak besar terhadap lingkungan kerja. Contoh aktivitas yang diinisiasi meliputi mencuci cangkir sendiri, berjalan kaki, serta kegiatan plogging setiap Jumat.
"Perubahan perilaku itu yang paling penting. Kepala daerah dan seluruh aparatur pada dasarnya adalah pelayan masyarakat," kata Sanusi.
Ia menjelaskan kebiasaan tersebut harus melekat agar kepedulian lingkungan tidak berhenti pada fasilitas atau program tertentu.
Evaluasi dan kompetisi antar-OPD
Untuk menjaga keberlanjutan, Pemkab Malang menyiapkan evaluasi berkala dan rencana kompetisi Eco Office antar-OPD. Kompetisi ini ditujukan mendorong setiap instansi berlomba menciptakan lingkungan kerja yang efisien, mandiri, dan ramah lingkungan.
Dengan langkah ini, Pemkab berharap Eco Office menjadi model yang dapat ditiru oleh masyarakat hingga tingkat desa. Implementasi yang konsisten diharapkan memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan melalui perubahan dari dalam birokrasi sendiri.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bupati Blitar Dorong Parade Baris Berbaris Jadi Agenda Tahunan
Bupati Rijanto mendorong Parade Baris Berbaris di Blitar digelar tiap tahun sebagai sarana pembentukan karak...
Pemkab Sumenep Terbitkan SE Antisipasi Karhutla Musim Kekeringan 2026
Bupati Sumenep keluarkan SE No.35/2026 antisipasi karhutla: larangan bakar lahan, patroli, pemetaan, dan pel...
PDIP Minta Penjelasan Dana Cadangan Rp600 M untuk Pilgub Jatim
Fraksi PDIP minta Pemprov Jatim jelaskan dasar perhitungan dan proyeksi kebutuhan Dana Cadangan Rp600 miliar...
PDIP Minta Perubahan APBD 2026 Malang Fokus ke Kesejahteraan
Fraksi PDIP minta Perubahan APBD 2026 Malang jadi momen evaluasi, bukan sekadar geser angka. DPRD minta penj...
Ratusan Santri Keracunan di Sidoarjo, 316 Dirawat
Ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, diduga keracunan makanan; 316 dirawat di RS Noto...
Ketua DPRD Ngawi Minta Perubahan APBD 2026 Mengacu pada RKPD
Ketua DPRD Ngawi minta Perubahan APBD 2026 senilai sekitar Rp150 miliar mengacu pada RKPD dan dukung lima pr...